Obama Keluarkan Larangan Perlengkapan Militer Bagi Polisi

Pengumuman ini muncul setelah tuaian kritik soal polisi yang terlalu keras bertindak dalam menghadapi unjuk rasa.

Selasa, 19 Mei 2015 10:44 WIB

Obama di Gedung Putih. Foto: Antara

KBR - Presiden Barack Obama melarang pemerintah Amerika Serikat memberikan jenis peralatan bergaya militer kepada polisi. Pengumuman ini muncul setelah tuaian kritik soal polisi yang terlalu keras bertindak dalam menghadapi unjuk rasa di Ferguson, Missouri musim panas lalu. Dengan larangan ini, maka peralatan seperti kendaraan lapis baja dan peluncur granat tidak akan diberikan lagi. Sebelumnya, serangkaian penembakan oleh polisi menyebabkan tewasnya warga sipil pada sebuah aksi yang berakhir ricuh. Alhasil kritik pun muncul atas perlengkapan anti huru-hara polisi tersebut.

Gedung Putih ingin agar polisi mendapatkan peralatan yang bisa digunakan untuk menjaga ketertiban umum. Sebuah laporan memperlihatkan badan federal menghabiskan dana mencapai US$18 miliar untuk penyediaan perlengkapan polisi yang mencakup 92.442 pistol kecil, 44.275 peralatan pandang malam hari, 5.235 jip Humvees, 617 kendaraan anti ranjau, dan 616 pesawat terbang. Laporan itu juga mengatakan bahwa ada "resiko yang cukup besar untuk penyalahgunaan atau penggunaan berlebihan" yang akhirnya bisa mengurangi kepercayaan terhadap polisi. (BBC)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?