Obama di Gedung Putih. Foto: Antara

KBR - Presiden Barack Obama melarang pemerintah Amerika Serikat memberikan jenis peralatan bergaya militer kepada polisi. Pengumuman ini muncul setelah tuaian kritik soal polisi yang terlalu keras bertindak dalam menghadapi unjuk rasa di Ferguson, Missouri musim panas lalu. Dengan larangan ini, maka peralatan seperti kendaraan lapis baja dan peluncur granat tidak akan diberikan lagi. Sebelumnya, serangkaian penembakan oleh polisi menyebabkan tewasnya warga sipil pada sebuah aksi yang berakhir ricuh. Alhasil kritik pun muncul atas perlengkapan anti huru-hara polisi tersebut.

Gedung Putih ingin agar polisi mendapatkan peralatan yang bisa digunakan untuk menjaga ketertiban umum. Sebuah laporan memperlihatkan badan federal menghabiskan dana mencapai US$18 miliar untuk penyediaan perlengkapan polisi yang mencakup 92.442 pistol kecil, 44.275 peralatan pandang malam hari, 5.235 jip Humvees, 617 kendaraan anti ranjau, dan 616 pesawat terbang. Laporan itu juga mengatakan bahwa ada "resiko yang cukup besar untuk penyalahgunaan atau penggunaan berlebihan" yang akhirnya bisa mengurangi kepercayaan terhadap polisi. (BBC)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!