Nepal Buka Pendakian Everest Tahun Depan

Ini dipastikan langsung oleh Menteri Pariwisata Nepal hari ini, Jumat (29/5/2015).

Jumat, 29 Mei 2015 19:19 WIB

Tim Seven Summits jalani tahapan pendakian Everest. Foto: Antara

Tim Seven Summits jalani tahapan pendakian Everest. Foto: Antara

KBR - Pemerintah Nepal bakal mengijinkan ratusan turis asing untuk mendaki Gunung Everest pada tahun depan. Hal ini dipastikan langsung oleh Menteri Pariwisata Nepal hari ini, Jumat (29/5/2015).

Menteri Pariwisata Nepal mengatakan hingga saat ini belum ada pendaki yang mengajukan perpanjangan. Namun, ia mengatakan jika ada yang mengajukan maka dirinya akan menyambut dengan positif. Sebelumnya, 350 turis menunda pendakian mereka setelah gempa pada 25 April lalu mengguncang Nepal dan juga menyebabkan longsor salju di Gunung Everest, Akibatnya 18 pendaki tewas di basecamp Everest dan menghancurkan sejumlah tenda.

Sebelumnya, pada 25 April dan 12 Mei lalu, Nepal diguncang gempa dengan kekuatan berkisar 7,9 SR. Lebih dari 8.600 jiwa dan ratusan ribu warga Nepal menjadi tuna wisma akibat peristiwa tersebut. (Channelnewsasia)

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.