Kampanye AIDS, Majalah Dicetak dengan Darah Positif HIV

Pihak redaktur memastikan, bahwa majalah dengan tinta darah HIV itu tidak berbahaya dan menularkan penyakit.

Selasa, 05 Mei 2015 11:05 WIB

ANTARA FOTO

KBR - Sebuah majalah pria mencetak edisi terbarunya dengan tinta yang dicampur dengan darah yang positif mengandung virus HIV. Hal tersebut dilakukan untuk mematahkan stigma negatif publik terhadap penyakit tersebut. Dikutip dari Sydney Morning Herald, tiga orang mendonasikan darahnya untuk 3000 copy majalah vangardist edisi Mei.

Pihak redaktur memastikan, bahwa majalah dengan tinta darah HIV itu tidak berbahaya dan menularkan penyakit. Ini pun dipertegas oleh riset dari Harvard dan Innsbruck University. CEO Vangardist, Julian Wiehl mengatakan, pihaknya sebagai penerbit gaya hidup merasa berkewajiban mengabarkan isu itu untuk publik.

Dia menambahkan, lebih dari 80 persen kasus terkonfirmasi positif HIV AIDS pada 2013 dari 10 tahun sebelumnya. Dan sekitar 50 persennya telat terdeteksi. Maka dari itu, menurut dia, dengan proyek unik ini pihaknya ingin mencuri respon publik sekaligus mengubah stigma negatif HIV AIDS melalui setiap halaman majalah yang dicetak dengan campuran darah dari HIV positif. Dia ingin publik tergugah bahwa AIDS adalah penyakit, bukan berhenti pada stigma. (SMH)



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.