Gempa Nepal, Tinggal 10 WNI yang Belum Bisa dihubungi

Delapan di antaranya adalah turis.

Sabtu, 02 Mei 2015 21:04 WIB

Gempa Nepal/ poto: Antara

Kementerian Luar Negeri menyatakan masih ada 10 WNI di Nepal yang hingga kini belum bisa dihubungi. Dua di antaranya menetap dan delapan lain berkunjung.

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri menyatakan masih ada 10 WNI di Nepal yang hingga kini belum bisa dihubungi. 

Dua di antaranya menetap dan delapan lain berkunjung. Belum diketahui apakah mereka selamat dari gempa pekan lalu atau tidak. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, mengatakan pihaknya sudah melakukan segala upaya untuk mencari WNI yang tersisa.

"Untuk yang ada di gunung yang 3 orang itu, kita bekerjasama dengan trekker-nya. Mereka sudah 9 kali mengirimkan helikopter untuk mencek keberadaan WNI," ujar Armanatha ketika dihubungi KBR, Sabtu (2/5/2015) sore.

"Kami juga sudah menghubungi berbagai rumah sakit yang ada di sana, dan terus bekerjasama dengan pihak keamanan di sana," jelasnya.

Juru Bicara Kemenlu, Armanatha Nasir, berharap 10 WNI itu selamat hingga kini. Sementara seluruh WNI yang sudah selamat kini dalam kondisi sehat. WNI yang selamat itu sejak kemarin mulai berdatangan ke posko bantuan yang dibangun pemerintah Indonesia. 

Kemenlu mencatat, ada 67 orang di Nepal saat gempa terjadi. Di samping 10 yang masih dicari, ada 36 WNI berhasil dihubungi, dan 21 sudah keluar Nepal. 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid