Dewan Gereja Asia Desak Negara-negara Asia Terbuka Pada Rohingya

Dewan Gereja-gereja Asia (CCA) mendesak negara di Asia, khususnya Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Australia menerima pengungsi Rohingya asal Myanmar.

Rabu, 27 Mei 2015 15:22 WIB

Pengungsi Rohingya. Foto KBR/Erwin Jalaludin

Pengungsi Rohingya. Foto KBR/Erwin Jalaludin

KBR, Jakarta – Dewan Gereja-gereja Asia (CCA) mendesak negara di Asia, khususnya Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Australia untuk menerima pengungsi Rohingya asal Myanmar. Menurut Moderator CCA, WTP Simarmata, gereja-gereja di Asia harus turun tangan meringankan beban etnis Rohingya yang terpinggirkan. Katanya, itu juga sejalan dengan ajaran gereja yang mengajarkan mengasihi sesama.

“Sebagai gereja tak pernah persoalkan latar belakang, status sosial, etnik, agama, dan budaya. Jadi tugas kita bersama melakukan tindakan konkrit,” kata Pdt. Simarmata usai jumpa pers Sidang Raya CCA 2015 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Hasil sidang raya CCA yang berlangsung sejak 21 Mei hingga hari ini dihadiri 21 negara peserta, baik dari kawasan Eropa, Asia, Amerika, maupun Oseania. Menurut Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, selain mendesak negara-negara tersebut, CCA juga menuntut Myanmar untuk memperhatikan hak-hak dan keamanan warganya, khususnya Rohingya. Selain itu, CCA juga berencana akan melakukan kunjungan ke pastoral di Myanmar untuk mendorong gereja-gereja dalam usaha menciptakan perdamaian dan menginformasikan advokasi CCA.

Sebelumnya, Kelompok Masyarakat dan Biksu Buddha garis keras berkumpul di Yangon, ibukota negara Myanmar pada Rabu (27/5), melakukan demonstrasi menentang tekanan masyarakat internasional; Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Media Asing, untuk mengembalikan warga Muslim Rohingya ke tanah kelahirannya. Mereka beralasan warga Rohignya berasal dari Bangladesh bukan dari Myanmar.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.