AS Minta Tiongkok Hentikan Pembangunan di Laut Cina Selatan

Carter menyebut program ekspansi Tiongkok itu menyimpang dari kesepakatan kawasan terkait masalah keamanan.

Kamis, 28 Mei 2015 11:40 WIB

Ilustrasi Bendera Amerika. Foto Antara

KBR - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter meminta Tiongkok menghentikan pembangunan pulau-pulau buatan di Laut Cina Selatan. Dia menyebut, program ekspansi Tiongkok itu menyimpang dari kesepakatan kawasan terkait masalah keamanan. Dia menegaskan, pesawat militer dan kapal perang Amerika akan terus dan tetap beroperasi di kawasan tersebut berpijak pada hukum internasional.

Penegasan itu disampaikan Carter sepekan setelah peringatan resmi Tiongkok terhadap pesawat Amerika yang terbang di atas pulau-pulau yang sedang dibangun itu.

Kawasan Laut Cina Selatan adalah wilayah yang menjadi perebutan beberapa negara, termasuk Filipina. Pemerintah Tiongkok geram ketika pesawat Amerika melintas di atas wilayah tersebut. Tiongkok juga telah menegaskan akan terus membuat pulau-pulau buatan di Laut Cina Selatan guna melayani kapal-kapal yang melintas. (BBC)

 

Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.