Salah satu sudut kota Aleppo, Suriah yang dikuasai ISIS. (Foto: yeowatzup/Commons Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Kelompok teroris ISIS diduga menculik ratusan orang pekerja dan kontraktor yang beraktivitas di pabrik semen kawasan industri Kota Dumeir, dekat Damaskus, Ibukota Suriah. Penculikan terjadi Kamis, 7 April 2016.

Lembaga Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mencatat sekitar 170 pekerja diculik ISIS. Sementara media resmi pemerintah Suriah menyebut angka lebih besar hingga 300 pekerja.

Saat ini Kementerian Perindustrian Suriah sedang berusaha membebaskan ratusan pekerja itu. NPR memberitakan, para pekerja diculik dari kawasan industri. Sedangkan media pemerintah Suriah, SANA menyebutkan ada petugas lokal yang melihat sejumlah orang diangkut ke arah timur ke luar kota Damaskus. Sementara perusahaan Al-Badiyeh Cement Co belum bisa mengontak para pekerja yang disandera.

Associated Press memberitakan sebelum aksi penculikan, awal pekan ini kelompok milisi ISIS lebih dulu melancarkan serangan mendadak melawan militer Suriah. Serangan dilakukan di daerah yang sama dengan lokasi pabrik semen itu.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan. Namun sebuah video yang diunggah oleh kelompok Aamaq yang punya kaitan dengan ISIS sempat menunjukkan gambar pabrik semen di gurun, yang berdekatan dengan pangkalan udara militer.

AP memberitakan kelompok pemberontak Army of Islam (Tentara Islam) yang berada dekat area penculikan sempat membantu para pekerja yang berhasil melarikan diri dari upaya penculikan ISIS. Namun kelompok ini tidak mengetahui ke mana para pekerja yang diculik dibawa para pelaku.

Menurut juru bicara kelompok Army of Islam, Islam Alloush, kelompok penculik itu lebih dulu menduduki dan menguasai pabrik semen sebelum menculik ratusan pekerja di sana.

Penculikan tersebut terjadi, ketika kelompok oposisi Rusia melakukan serangan cepat ke kawasan yang dikuasai ISIS seperti di al-Rai yang berbatasan dengan Turki.

Kelompok oposisi bersama kelompok pemberontak menyebutkan, beberapa faksi dari Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) mulai mengambil alih Al-Rai di utara Provinsi Allepo. Melalui laman Facebook, FSA menyebutkan para tentara mereka telah masuk kota dan menurunkan bendera-bendera ISIS yang sebelumnya memenuhi kota.

Kelompok aliansi ISIS, Aamaq menyebut setidaknya ada 14 faksi oposisi dan pemberontak yang berperang melawan ISIS di kota al-Rai. (NPR/AP/Reuters/AFP)


Editor:  Damar Fery Ardiyan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!