Puluhan Tewas Usai Santap Manisan di Pakistan

Kepolisian telah menangkap tiga orang, dua orang diantaranya diduga pemilik tempat toko kue dan manisan.

Senin, 25 Apr 2016 17:17 WIB

Ilustrasi

KBR- Sedikitnya 23 orang meninggal dan puluhan orang sakit di kawasan tengah negara Pakistan, setelah mengonsumsi manisan atau gula-gula beracun. Kepolisian mencurigai makanan itu mengandung pestisida.

Peristiwa itu terjadi ketika Umar Hayat, seorang warga di daerah Karor Lal Esan, Provinsi Punjab membagikan manisan atau kue-kue ke teman dan keluarga. Manisan itu dibagikan untuk merayakan kelahiran cucu laki-lakinya pada 17 April lalu. Namun perayaan berubah dukacita, ketika 10 orang meninggal di hari yang bersamaan.

"Jumlah warga meninggal bertambah menjadi 23 orang karena mengonsumsi manisan, dan 52 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit," kata pejabat kepolisian setempat, seperti diberitakan AFP.

Korban tewas termasuk ayah dari sang bayi, dan tujuh orang paman si bayi. Ada delapan orang yang meninggal berasal dari satu keluarga.

Polisi mulai menyelidiki kasus itu.  Kepolisian telah menangkap tiga orang, dua orang diantaranya diduga pemilik tempat toko kue dan manisan. Sementara satu lagi yang ditangkap adalah seorang pekerja, yang kemungkinan tanpa sengaja menambahkan pestisida ke dalam campuran manisan.

"Di dekat tempat pembuatan manisan itu ada toko pestisida, yang sedang ditutup karena renovasi. Pemilik toko menyimpan  di tempat pembuatan kue untuk keamanan. Seorang pekerja di pabrik kue kemungkinan menggunakan pestisida itu dalam campuran kue yang yang dibuatnya," kata polisi.

Toko kue itu kini telah disegel.

Pakistan merupakan salah satu negara dengan standar keamanan pangan yang rendah. Peraturan tentang makanan aman dan bersih jarang diterapkan secara ketat. (AFP/Geo News/The News)


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta