Jet tempur militer Rusia lepas landas dari pangkalan udara Rusia di Hmeymin, Suriah, kembali menuju Rusia, sebagai bagian dari penarikan sebagian yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin. (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Kelompok Alqaeda cabang Afrika Utara membenarkan tewasnya seorang tokoh mereka yang paling berpengaruh yaitu Abu Firas al-Suri. Abu Firas tewas akibat serangan udara Amerika Serikat ke Suriah, pada Minggu lalu.

Pengakuan itu disampaikan Alqaeda Islamic Maghreb (AQIM) melalui media online mereka pada Selasa malam. Pernyataan tertanggal 4 April itu merupakan pengakuan Alqaeda yang pertama terkait tewasnya Abu Firas.

Reuters memberitakan, pasukan udara Amerika Serikat melakukan serangan di kawasan barat daya Suriah, tempat keberadaan Abu Firas. Ia merupakan tokoh senior dan pejabat Dewan Syuro Jabhat Al-Nusra (Front Nusra) salah satu kelompok afiliasi Alqaeda di Suriah.

Namun ada yang berpendapat lain mengenai siapa penyebab tewasnya Abu Firas. Kelompok The Syrian Observatory for Human Rights menduga pelakunya dari pasukan tempur udara Suriah atau Rusia.

Abu Firas merupakan bekas pejabat militer Suriah pada tahun 1970-an. Ia membuat kelompok milisi dan terlibat dalam peperangan di Afghanistan tahun 1980-an. Ia sempat bekerja sama dengan Osama bin Laden untuk mendukung gerakan Taliban di Afghanistan.

Meski dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Alqaeda, namun banyak pemberitaan menyebutkan Abu Firas merupakan sosok yang 'unik', karena ia justru menolak gagasan pendirian negara Islam. Ia juga kerap mengkritik beberapa aspek terkait konsep jihad. Abu Firas juga memerangi Bashar Al-Assad yang memang tidak disukai Amerika Serikat.

Bagi kelompok militan, ideologinya dianggap aneh. Ia bahkan berseberangan dengan kelompok ISIS.

Gencatan senjata yang disepakati antara militer Suriah dengan pasukan oposisi selama ini tidak termasuk gencatan senjata dengan ISIS dan Al Nusra. Dua kelompok ini menjadi target serangan dari militer negara koalisi internasional.

"Amerika memerangi Daesh atau ISIS. Sedangkan Abu Firas membuat Al-Nusra memerangi ISIS. Jadi mengapa Amerika membunuh Abu Firas? Dia kan juga memerangi Bashar?" tanya Faisal Abdurrahman Ibrahimi, seorang milisi dari kelompok pemberontak Ahrar al-Sham. (Reuters/Independent)

Editor:  Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!