Pesepakbola Putri AS Donorkan Otak untuk Riset

Bintang sepakbola yang tendangan penaltinya membawa kemenangan Timnas Putri Amerika ini merelakan otaknya kepada Bank Otak VA-BU-CLF

Sabtu, 05 Mar 2016 20:39 WIB

Pemain Kanada Christine Sinclair dan pemain tengah Amerika Serikat (AS) Carli Lloyd. (Foto: Antara)

KBR - Pesepakbola putri Amerika, Brandi Chastain bakal menyumbangkan otaknya untuk keperluan riset tentang gegar otak. Bintang sepakbola yang tendangan penaltinya membawa kemenangan Timnas Putri Amerika ini merelakan otaknya kepada Bank Otak VA-BU-CLF. Chastain mengungkapkan, ini adalah upayanya bersama Departemen Veteran dan Fakultas Kedokteran Boston University setelah dirinya meninggal nanti.

Kepada Associated Press, ia mengungkapkan keinginannya untuk memberikan sesuatu yang bernilai selain golnya pada 1999 silam dalam final piala dunia. Chastain berharap bisa berbuat lebih banyak lagi di luar sepakbola.

Para ilmuwan meyakini, donor otak Chastain bermanfaat bagi penelitian terkait diagnosa dan perawatan kondisi otak akibat benturan di kepala. Sebab gegar otak yang berulang-ulang akan menyebabkan penurunan kronis kondisi otak. Dan, ini hanya bisa didiagnosa setelah penderita meninggal. (Voice of America) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.