Operasi Vaksin Gelap, Rakyat Cina Marah Di Medsos

Ribuan orang Cina mengungkapkan kemarahan mereka lewat media sosial lokal tentang adanya operasi vaksin gelap di Provinsi Shandong.

Minggu, 27 Mar 2016 16:35 WIB

Ilustasi vaksin. Antara Foto

KBR - Ribuan orang Cina mengungkapkan kemarahan mereka lewat media sosial lokal tentang adanya operasi vaksin gelap di Provinsi Shandong. Kemarahan tersebut dikarenakan pihak berwenang yang mengetahui kasus ini sejak April tahun lalu, namun baru mengumumkan ke masyarakat pada Jumat pekan lalu saat meminta para pemasok memberi informasi agar dapat menelusuri para korban.

Mengutip BBC, operasi vaksin gelap melibatkan ratusan orang dan mempengaruhi sekitar 24 provinsi maupun kota. Jaringan gelap operasi penyimpanan dan pengangkutan vaksin tersebut diperkirakan sudah beroperasi sejak tahun 2011. Dua terduga pemimpin operasi yang merupakan ibu dan anaknya sudah ditangkap.

Ibu dan anak itu juga dituding telah membeli vaksin dari sumber tidak resmi sebelum dijual ke pusat-pusat kesehatan pemerintah dengan harga yang lebih tinggi. Mereka juga tidak menyimpan vaksin di tempat pendingin sesuai prosedur pengangkutan yang benar. Akibatnya vaksin menjadi tercemar dan bisa menyebabkan cacat atau kematian. (BBC)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Evakuasi di Tembagapura, Warga Megaku Ditekan Aparat

  • Polisi, Tidak Ada Pemaksaan Evakuasi Untuk Warga Banti
  • PKB Belum Tetapkan Calon Pendamping Ridwan Kamil
  • Cekcok Kantor PLO, Palestina Ancam Putus Hubungan dengan AS

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau