Pemerintah Siap Resmikan Konsulat di Tepi Barat

Konsulat di Palestina akan diresmikan pertengahan Maret mendatang

Kamis, 25 Feb 2016 21:54 WIB

KBR, Jakarta- Pemerintah Indonesia   segera membuka konsulat kehormatan di Ramallah, Tepi Barat, Palestina. Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi mengatakan,  bakal terbang ke Ramallah pertengahan Maret mendatang untuk melakukan pembukaan konsulat tersebut. Kata Retno, semua proses pembukaan konsulat itu telah diselesaikan, termasuk seluruh izin pembukaan konsulat tersebut.

Terkait komitmen penyelesaian masalah Palestina kata dia juga menjadi agenda utama pada pagelaran KTT OKI Maret mendatang.

"Ini ekstraordinary summit jadi waktu yang diberikan memang sempit sekali. Sehingga kita dari hari ke hari mencoba untuk mendekati dan untuk mendapatkan waktu kepala negara dalam waktu yang singkat itu adalah tantangan tersendiri," ujar Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi  kepada wartawan di Istana Negara. 

Retno melanjutkan, "tetapi respon yang saya terima dari semua negara adalah positif dalam konteks komitmen mereka untuk berkontribusi dalam penyelesaian Palestina sejauh ini sangat positif."

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menambahkan, pembukaan konsulat kehormatan di Ramallah merupakan   upaya maksimal untuk menegaskan keberadaan Indonesia di Palestina. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

HNW Sarankan Masyarakat Gugat UU Pemilu ke MK

  • Diskusi Karya Enny Arrow di Semarang Dilarang Polda Jateng
  • Persiba Dukung Wasit Asing di Liga 1
  • Rafinha Berambisi Jadi Suksesor Lahm

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.