Ilustrasi botol bir. (Foto: Jose Martin Mendoza/Flickr/Creative Commons)

KBR - Sedikitnya 48 orang warga Kota Irkutk di kawasan semenanjung Siberia negara Rusia tewas setelah meminum cairan pembersih di kamar mandi.

Mereka adalah warga miskin yang kecanduan minuman keras namun tidak mampu membeli minuman keras. Bahkan yang paling murah sekalipun untuk menghangatkan badan di musim yang dingin ini.

Puluhan orang itu akhirnya nekad mencampur sejumlah cairan yang mengandung alkohol seperti pembersih lantai, parfum cair, hingga minyak cukur dicampur jadi satu sebagai pengganti minuman keras.

Mereka mengumpulkan dan mencampur cairan itu hingga volumenya mencapai 500 liter dan nekad meminumnya. Sebanyak 41 orang tewas saat dirawat di rumah sakit dan belasan lain masih kritis. Penyebab kematian diduga adalah produk yang disebut Boyaryshnik, cairan tambahan untuk air mandi yang mengandung 93 persen ethanol. Namun penyelidikan menunjukkan cairan itu juga mengandung methanol, cairan antibeku.

Boyaryshnik ini kemudian dikenal sebagai pengganti alkohol murah atau miras palsu dengan harganya lebih murah dari vodka termurah sekalipun.

Komite Penyelidik Rusia langsung mengirim tim menyelidiki kasus itu. Sementara Wali Kota Irkutsk menyatakan status darurat dan melarang penjualan seluruh cairan yang mengandung bahan-bahan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Komite Penyelidik Rusia menangkap dua orang tersangka yang menjual produk alkohol palsu itu. Produk itu memang telah ditulisi larangan dikonsumsi, namun orang-orang mengabaikannya dan tetap menjadikannya sebagai pengganti minuman keras.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan mempertimbangkan untuk melarang penjualan barang-barang yang menyebabkan banyak kasus kematian itu. Pemerintah juga akan mengamandemen undang-undang untuk memperberat hukuman bagi para penjual barang-barang berbahaya itu.

Ahli pasar alkohol di Rusia menyebutkan saat ini 12 juta warga Rusia atau sekitar 1/12 populasi negara itu mengkonsumsi minuman keras oplosan murah.

Kecanduan alkohol merupakan masalah akut di Rusia. Survei dua tahun lalu menunjukkan seperempat atau 25 persen jumlah penduduk Rusia meninggal sebelum mencapai usia 55 tahun. Survei itu juga memperlihatkan rata-rata orang Rusia dewasa menghabiskan 20 liter vodka per tahun. Jika dibandingkan rata-rata konsumsi vodka di Inggris, jauh lebih kecil hanya tiga liter per tahun.

Para ahli medis di Rusia juga memperingatkan dampak buruk mengkonsumsi cairan pengganti alkohol berkualitas rendah itu. Mereka memperkirakan ada 10 hingga 12 juta orang Rusia pernah meminum cairan pengganti alkohol ini, bahkan termasuk juga cairan mengandung alkohol lain seperti pembersih kamar mandi.

Survei dari Kementerian Kesehatan Rusia awal tahun ini menunjukkan sekitar 13 persen warga di dekat Moskow pernah mengkonsumsi alkohol palsu. (Reuters/Guardian)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!