Menteri Ekonomi Chile, Luis Cespedes tertawa saat mendapat hadiah boneka tiup dari asosiasi pengusaha eksportir Chile. (Foto: Twitter)

KBR - Publik di Chile menjadi geger gegara asosiasi pengusaha di negara itu memberi hadiah 'tak biasa' kepada seorang menteri. Hadiah itu berupa boneka seks berbahan karet yang bisa ditiup.

Geger itu bermula dari tradisi pemberian hadiah lelucon dari asosiasi pengusaha eksportir Asexma kepada tamu-tamu sangat penting mereka. Tradisi itu biasanya dilakukan dalam sebuah pertemuan makan malam tahunan di kalangan pengusaha. Menteri Ekonomi Chile Luis Cespedes termasuk dalam tamu penting mereka untuk tahun ini.

Saat Menteri Luis Cespedes diundang ke panggung, pengusaha memberinya hadiah 'kejutan' berupa boneka tiup seukuran orang dewasa, yang biasanya digunakan sebagai alat bantu seks.

Foto-foto mereka pun beredar di media sosial, memperlihatkan Menteri Luis Cespedes sedang tertawa sambil memegang boneka berwarna oranye itu.

Boneka itu tanpa diberi pakaian sama sekali. Di mulut boneka itu tertempel kertas bertuliskan "untuk merangsang pertumbuhan ekonomi negeri."

Peristiwa itu langsung memancing reaksi negatif dari publik, terutama dari kalangan aktivis perempuan di Chile.

Bahkan, tokoh perempuan paling berpengaruh di Chile, Presiden Michelle Bachelet ikut mengecam insiden tak pantas itu lewat akun Twitternya.

"Apa yang terjadi di pertemuan makan malam Asexma sebagai tindakan yang tidak bisa diterima," kata Presiden Bachelet. Cuitan Bachelet itu diteruskan (retweet) sebanyak 1,300 kali.

Cuitan Bachelet itu mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk dari seorang pengusaha UMKM bernama Jacqueline Galvez.

"Saya juga seorang pengusaha dan anggota asosiasi pengusaha. Tapi situasi seperti itu jelas tidak bisa diterima," tulis Jacqueline.

Mendapat kritikan bertubi-tubi, Meteri Ekonomi Luis Cespedes segera meminta maaf. Cespedes mengatakan hadiah itu sangat mengagetkannya dan sama sekali tidak terduga.

"Saya terkejut dan reaksi saya tidak memang tidak sepantasnya," katanya.

Begitu juga dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Eksportir Chile Asexma, Roberto Fantuzzi, meminta maaf lewat akun Twitternya.

"Saya punya istri, anak perempuan dan cucu perempuan. Saya tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan kekerasan terhadap perempuan," kata Fantuzi.

Tidak pantas

Tanda pagar #munecainflable, bahasa Spanyol yang berarti boneka tiup, langsung menjadi topik terpopuler (trending topic) media sosial di Chile, bersamaan dengan kata 'Ministro de Economia', 'Ministro Cespedes' dan 'Roberto Fantuzzi'.

Sebagian besar pengguna media sosial di Chile menyebut insiden itu memalukan dan mencerminkan pandangan misogini, alias memandang rendah perempuan. Nettizen juga menyebut respon Sang Menteri Ekonomi ketika memegang boneka tiup itu sambil tertawa sebagai tindakan sangat 'tidak pantas' dan 'tidak sopan'.

Meski begitu banyak juga orang yang menganggap insiden itu sebagai lelucon dan tidak perlu disikapi secara reaktif.

Seorang analis menyebutkan pandangan negatif terhadap perempuan di Chile meningkat, sejak pemerintahan Presiden Sebastian Pinera yang menjabat 2010-2014.

Presiden Pinera merupakan politisi yang paling tidak disukai perempuan. Ia pernah dikecam karena membuat lelucon yang sexis (membeda-bedakan jenis kelamin).

Lelucon itu disampaikan saat memimpin rapat pemerintah tahun 2011.

"Kalian tahu apa bedanya politisi dengan seorang perempuan? Politis itu ketika dia bilang 'ya', maksudnya adalah 'mungkin'. Kalau dia bilang 'mungkin', yang dia maksud adalah 'tidak'. Dan ketika dia bilang 'tidak', dia bukan politisi.

"Sedangkan perempuan, ketika dia bilang 'tidak', yang dia maksud adalah 'mungkin'. Kalau dia bilang 'mungkin', yang dia maksud adalah 'ya'. Dan ketika dia bilang 'ya', maka dia bukan perempuan," kata Pinera. Leluconnya ini mengundang hujan protes dan kritik di negerinya kala itu.

Di Chile saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat. (BBC/Inquirer/Foxnews) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!