Gomtang atau 'beef bone soup' seringkali diterjemahkan secara kacau menjadi 'bear soup' (Foto: blog.

Gomtang atau 'beef bone soup' seringkali diterjemahkan secara kacau menjadi 'bear soup' (Foto: blog.trazy.com)

KBR - Berada di negara asing, lapar tapi tak paham menunya?

Di Korea Selatan, restoran setempat mencoba berbaik hati menerjemahkan menu di restoran mereka untuk kenyamanan para turis. Menu yang semula hanya dalam Bahasa Korea, banyak yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Namun karena tidak semua warga Korea Selatan juga tidak fasih berbahasa Inggris, maka terjemahan menu tidak betul-betul tepat dan bahkan sangat berbeda dengan makanan aslinya. Misalnya menu Gomtang atau ‘beef bone soup’ atau sup tulang sapi diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi ‘bear soup’. Atau ‘noodle soup’ atau sup mi diterjemahkan ke menu dalam Bahasa Inggris menjadi ‘knife-cut noodle’. Atau menu ‘stir-fried chicken gizzard’ atau tumis rempela ayam yang diterjemahkan menjadi ‘chicken asshole house’.

Kekacauan penerjemahan ini biasanya terjadi karena pemilik restoran menggunakan mesin penerjemah seperti Google Translation yang menerjemahkan kata per kata, bukan sesuai maknanya.

Terjemahan yang kacau ini dianggap membingungkan bagi para turis, sekaligus memalukan bagi sebagian orang Korea. Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Wisata pekan lalu membentuk sebuah gugus tugas bersama dengan Kementerian Pertanian untuk mengatasi persoalan ini. Tim akan membuat standardisasi nama-nama menu dalam Bahasa Inggris, Tiongkok dan Jepang.

Nantinya, tim akan memperbarui pusat data terjemahan nama makanan dari Bahasa Korea ke laman milik Organisasi Pariwisata Korea. Tim ini juga akan memerintahkan industri percetakan untuk mendesain menu dengan nama yang tepat.

Saat ini sekitar 200 makanan Korea sudah memiliki nama resmi. Ada sekitar 3700 lainnya yang belum punya nama resmi dalam Bahasa Korea, tapi sudah dipahami dalam bahasa asing. Jadi nantinya para turis yang ingin menikmati masakah khas negeri ginseng tidak akan terkecoh dan kecewa karena tak ada lagi salah terjemahan di menu restoran-restoran. (BBC, KoreanTimes.co.kr)   

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!