Ketupat Lebaran. Foto: KBR

KBR - Lebaran bisa dirayakan dengan tetap ramah lingkungan. misalnya merayakan lebaran tanpa menimbulkan sampah yang banyak dan mengambil sumber daya yang berlebihan di alam. Hal ini diungkap oleh Anilawati Nurwakhidin, Staf Kampanye Zero Waste Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) Bandung.  

"Saya sih sebenarnya melihat dari ke hari kecenderungannya lebaran itu ritualnya sedikit, tidak terlalu menghabiskan sumber daya tetapi budaya di kita lebaran yang bermewah-mewah itu bikin sampah makin banyak dan sumber daya alam yang diambil berlebih dari yang dibutuhkan," kata Anilawati kepada KBR, Kamis (16/7/2015).

Anilawati menambahkan lebaran merupakan momen yang pas mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Misalnya tidak perlu membeli baju baru jika masih punya baju layak pakai serta dalam kondisi baik. Karena dalam prosesnya, penyediaan baju tersebut memerlukan sumber daya alam serta energi dalam proses produksinya. Kemudian, ketika menyajikan makanan lebaran perlu ditilik juga apakah penyediaannya atas dorongan kebutuhan atau keinginan semata. Masyarakat juga bisa memilih makanan dan minuman tanpa kemasan berlebihan untuk mengurangi sampah.

YPBB juga mengajak masyarakat untuk menyediakan waktu lebih demi menyajikan minuman dengan gelas dari pada menyajikan air minum kemasan yang biasanya banyak dipilih karena praktis. Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah ketika Sholat Ied, masyarakat bisa mulai meninggalkan koran sekali pakai dan saling berkoordinasi untuk menggantinya dengan tikar. Meski demikian, Anilawati juga menyebutkan kendala dari pelaksanaan lebaran ramah lingkungan adalah mempertahankan niat supaya tidak mudah menyerah dalam keadaan.

Dalam upaya memasyarakatkan lebaran ramah lingkungan ini, YPBB bahkan sempat menggelar lomba tips dan foto lewat media sosial mengenai aksi lebaran ramah lingkungan. Ini sebagai motivasi bagi seseorang sekaligus orang lainnya untuk melakukan lebaran "hijau".

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!