Tokoh dan Musiknya: Clara Ng

Clara Ng dikenal sebagai penulis novel.

Minggu, 19 Jun 2016 07:50 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Clara Ng dikenal sebagai penulis novel. Genre novelnya beragam, mulai dari fiksi dewasa hingga sastra anak. Novel dewasanya seringkali mengisahkan tentang kelompok minoritas. Sedangkan buku-buku anak karya Clara banyak mengajarkan soal empati. Puluhan judul buku anak sudah ditulisnya. Beragam cerita yang terinspirasi dari legenda rakyat juga pernah dirilisnya. Karya satra anaknya telah memenangkan tiga Penghargaan Adhikarya dari Asosiasi Penerbit Indonesia, dan kelompok LGBT memuji novelnya yang berjudul Gerhana Kembar (2007). 


Dru dan Kisah Lima Kerajaan adalah karya terbaru Clara Ng yang ditujukan bagi pembaca anak-anak usia 7 tahun ke bawah. Novel bergenre fantasi yang bercerita tentang seorang gadis cilik yang mencari selendangnya itu terbit April lalu.


Ditengah kesibukannya menulis, Clara punya lagu favorit yang kerap menemaninya. Dia mengaku, dalam ipod dan telpor selulernya banyak sekali lagu-lagu dari Queen. Simak cuplikannya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.