Kopi Seduh Dingin_No Sleep Coffee (foto : KBR)

KBR - Selama ini, kita menikmati kopi dengan air hangat atau kopi seduh panas. Rasanya, ah, begitu nikmat. Apalagi jika menyeruputnya di pagi hari ditemani dengan roti bakar atau pisang goreng.

Nah, bagaimana jika kopi itu diseduh dengan air dingin, apakah senikmat kopi panas?
Itulah yang ditawarkan oleh No Sleep Coffee. Pulung Aldila dan empat orang temannya yang memulai bisnis ini sejak 1 tahun lalu, menyajikan kopi dengan cara yang tak biasa : kopi seduh dingin atau cold brew coffee.

“Kopi seduh dingin ini, bukannya kopi panas terus dikasih es. Tapi dari awal kita menyeduhnya dengan air dingin. Biji kopi digiling, terus dikasih air dingin dan direndam. Kalau kopi panas cuma butuh waktu 2-4 menit untuk menyeduhnya, tapi, proses kopi seduh dingin memakan waktu hingga 24 jam” ujar Pulung saat berbincang bersama KBR pada program Obrolan Ekonomi, Jum’at (8/5/2015).

Nah, karena proses perendaman biji kopi yang lama, maka tingkat kandungan kafeinnya 2-4 kali lipat lebih tinggi. Namun, kadar keasaman kopi, justru menurun dibanding kopi panas.

No Sleep Coffee yang dikemas dalam botol siap minum ukuran 300 ml ini, mempunyai dua pilihan rasa. Kopi hitam dan rasa latte susu. Biji kopi yang diolah pun biji pilihan, campuran dari biji kopi Gayo, Flores, Toraja dan Papua.

“Yang membedakan kopi kita adalah metode seduhnya dengan air dingin. Tujuannya adalah untuk menghindari minyak yang terekstraksi dari biji kopi kalau diseduh memakai air panas. Minyak itulah yang sering membuat sakit perut. Selain itu ada zat karsinogenik yang membuat jantung berdebar,” jelasnya.

Ketahanan kopi ini, jika ditaruh dalam kulkas dengan suhu dibawah 10 derajad, bisa bertahan hingga dua minggu. Tapi, semakin lama disimpan, tentu rasanya semakin menurun.

Anda ingin mencoba mencicipinya? Silahkan dipesan melalui instagram.com/nosleepcoffee/ atau 0882-1255-3721. Pembelian minimal 2 botol. Per botol dijual dengan harga Rp 25.000. Dalam sebulan, Pulung mengaku bisa menjual kopi seduh dingin sebanyak 9-10 ribu botol. Padahal modal awalnya dulu tak sampai Rp 1 juta.

“Karena minuman kopi yang kami produksi tanpa pengawet, maka daya tahannya pendek. Jadi, saat ini kami hanya melayani penjualan dan pemesanan dalam wilayah Jabodetabek saja, biar fresh,” pungkas Pulung.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!