Ilustrasi : Artis Peran Olga Lydia saat menenam pohon di Telaga Sa'at, Bogor.

Hari valentine nanti ada acara apa? Jalan-jalan, kasih cokelat ke teman spesial, atau kumpul bareng keluarga? Biasanya begitu ya umumnya anak-anak muda. Nah, tapi ada juga nih kegiatan valentine yang berbeda, seperti yang dilakukan Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) dengan Green Initiative Foundation (GIF). Mereka mengajak masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri untuk menanam pohon. Rencananya, bibi-bibit pohon itu akan ditanam di Desa Sukatani, yang akan dijadikan seperti desa internasional Sarongge.

Namanya Pohon Rantau. Sesuai namanya, yang menanam pohon ini, orang-orang Indonesia yang tengah merantau di luar negeri. Tapi, yang menanamnya di bumi pertiwi ini adalah kita yang tinggal di Indonesia, dong. Mereka hanya menyumbangkan uang untuk dibelikan bibit pohonnya. Mereka menunjukkan aksi itu sebagai permulaan tradisi utnuk bersama-sama menanam pohon di Hari Valentine atau Valentine For Earth. Ya, meski tidak tinggal di tanah air, mereka juga memiliki komitmen berbuat baik untuk Indonesia.

KBR punya cerita juga nih dari salah satu diaspora yang tinggal di Belanda. Beliau adalah konsultan pendidikan sepak bola usia dini Belanda, Eka Tandjung, yang juga koordinator Pohon Rantau di Belanda.

Menurut Eka, program ini sangat konkrit. Mereka bisa menyumbang sejumlah uang yang digunakan untuk mengadopsi pohon yang akan ditanam di bukit di Indonesia.

“Program ini sangat  bermanfaat untuk bumi pertiwi dan untuk masyarakat juga petani yang bisa memanfaatkan buahnya, tanpa harus pindah ke kota untuk beralih profesi sebagai sopir angkot atau ojek. Bumi harus tetap dipelihara,” ujar Eka.

Untuk mensukseskan program ini, Ia juga menggerakkan teman-teman atau WNI yang ada di Belanda agar turut menyumbang uang yang akan disulap menjadi pohon. Menurutnya, sudah ada sekitar 50 orang yang diajak untuk melakukan aksi Pohon Rantau ini.

Pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda seperti Irvan Bahdim dan Sergio van Dijk pun, menurut Eka, mereka punya rasa sosialisasi yang tinggi dan cukup meyakinkan untuk ikut berpartisipasi di aksi Pohon Rantau ini. Bahkan, baju kaos sepak bola yang mereka gunakan untuk latihan atau pertandingan pun, akan disumbangkan.

“Semua ini kami lakukan karena rasa cinta pada tanah air," ungkapnya.

Ya, cinta tak hanya diwujudkan kepada sesama manusia saja, tapi juga pada bumi tercinta.

So, siapa pun mengunggah komentar dan foto pada hari H dengan menggunakan pohon, baik itu pohon atas nama organisasi, nama sekolah, nama pacar, nama binatang piaraan dan lain-lain, boleh saja. Dan foto itu harus disertakan dengan tagar #ValentineForEarth. Misalnya : #PohonRantau, #ValentineForEarth atau #PohonSekolahku, #ValentineForEarth.

Tagar ini digunakan untuk meramaikan aksi tanam pohon di dunia maya. Tujuannya agar sebanyak mungkin pihak bersedia terlibat menanam pohon di mana saja, bersama-sama di Hari Valentine.

Pada intinya, menanam pohon di Hari Valentine, hanyalah satu cara melakukan rasa cinta pada bumi. Anda mau ikut tanam pohon juga di hari Valentine nanti...?

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!