SPDP Pemimpin KPK, Tito Tak Ingin Gaduh

"Polri prinsipnya tidak ingin terjadi kegaduhan dan memiliki itikad untuk mejaga hubungan kelembagaan."

Kamis, 09 Nov 2017 22:02 WIB

Ketua DPR Setya Novanto. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tito Karnavian, meminta penanganan perkara pelaporan dua pemimpin KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, atas dugaan pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang tidak dibuat gaduh. Ia mengatakan, hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan antara Polri dan KPK sebagai sesama lembaga penegak hukum.

Tito telah memerintahkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim untuk berhati-hati dalam menangani perkara yang dilaporkan Sandy Kurniawan awal Oktober lalu. Sandy merupakan kuasa hukum dari Ketua DPR, Setya Novanto.

"Kami dari Polri prinsipnya tidak ingin terjadi kegaduhan dan memiliki itikad untuk mejaga hubungan kelembagaan. Termasuk dengan KPK sebagai semasa penegak hukum, Kejaksaan dan lain-lain. Prinsip Polri ingin menjaga hubungan kelembagaan, oleh karena itu pasti sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini," kata Tito di Hotel Mercure Ancol, Kamis (09/11/17).

Baca: SPDP Pemimpin KPK, Saut: Kami Tidak Takut

Menurut Tito, meskipun hubungan antar lembaga penegak hukum perlu dijaga namun hak masyarakat untuk membuat laporan polisi tetap dihormati. Sehingga setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkara  ini, jelas Tito, pelapor menganggap seluruh administrasi dan tindakan hukum yang dilakukan KPK sebelum putusan praperadilan tidak sah. Pelapor juga melaporkan penerbitan surat permintaan pencegahan atas nama Setya Novanto ke  imigrasi oleh KPK pada 02 Oktober lalu. Ia mengatakan, pelapor menduga tindakan hukum pencegahan sebagai penyalahgunaan wewenang.

"Berarti dilaporkan soal pemalsuan surat. Tindakan hukum pencegahan dianggap tidak sah sehingga dianggap melanggar Pasal 421, penyalahgunaan wewenang," kata Dia.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.