Demo Kantor Gubernur Jateng, Buruh Semarang Minta UMK Rp 2,7 juta

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menetapkan UMP 2018 sebesar Rp1.486.065,70

Rabu, 15 Nov 2017 15:00 WIB

Aksi Aliansi Buruh Kota Semarang tolak upah murah, Rabu (15/11). (Foto: KBR/ Stanislas K.)

KBR, Semarang- Ratusan  buruh  yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/11/2017). Dalam aksinya, mereka menuntut penghapusan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015, serta meminta penetapan UMK kota Semarang sebesar Rp. 2.700.000,-.

"Kami dengan tegas menolak tentang PP nomor 78 tahun 2015," ujar Karwanto, Koordinator Aliansi Buruh Kota Semarang dalam wawancara dengan KBR di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/11/2017).

Karwanto menambahkan bahwa upah Rp. 2.310.000 yang sesuai PP no. 78 bukan upah yang menyejahterakan.

"Bahwasannya upah 2.310.000 rupiah yang sesuai PP nomor 78 bukanlah upah yang menyejahterakan buruh. Itu upah yang sudah ditetapkan PP nomor 78 bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku."

Rencananya, pada Senin (20/11) mendatang buruh akan mengadakan aksi lebih besar dengan melibatkan puluhan ribu buruh se-Jawa Tengah di depan kantor Gubernur Jawa Tengah.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau