Alasan Pemkab Banyuwangi Beri Uang Saku Bagi Pelajar Miskin

Pemkab menganggarkan Rp 2 miliar untuk uang saku

Selasa, 28 Nov 2017 13:48 WIB

Murid Sekolah Dasar di Sukamade, Banyuwangi, Jawa Timur harus berjalan 5 km dan menyeberangi 3 sungai untuk menuju sekolah. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur akan memberikan uang saku bagi pelajar sekolah dasar (SD) dan  sekolah menengah pertama (SMP)  miskin.  Bupati   Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemberian uang saku   bertujuan   menekan angka putus sekolah.

Kata Anas, penyebab siswa putus sekolah di antaranya karena orang tua tidak memberikan uang saku. Menurut dia, siswa akan malu ke sekolah tanpa uang saku hingga memilih untuk tidak bersekolah lagi.

Anas menjelaskan pemberian uang saku terhadap siswa miskin ini sudah dianggarkan di APBD Kabupaten Banyuwangi 2018, sebesar Rp 2 miliar. Dijadwalkan program ini sudah mulai berjalan selambat- lambatnya pada tahun ajaran baru mendatang.

“Memberikan uang saku Rp  5000 kepada anak SD yang sangat miskin. Karena banyak anak yang tidak mau  bukan karena tidak bisa bayar sekolah, tapi karena dia sebagian malu kepada temanya karena tidak punya uang saku. Dan anak SMP yang sangat miskin itu kita beri  ung saku Rp  10000 setiap hari.  Harapan kita  anak- anak ini menjadi pendorong untuk sekolah. Mekanismenya nanti akan diatasi teknis oleh dinas terkait dan verifikasinya tentu ada data yang valid dari desa,” kata Abdullah Azwar Anas  di Kantor Bupati Banyuwangi Selasa ( 28/11).

Menurut Anas, saat ini Dinas pendidikan Banyuwangi sudah mulai melakukan pendataan terhadap siswa miskin yang akan diberi uang saku.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".