Tanggul Raksasa, Kemenko Kemaritiman Belum Terima Kajian Bappenas

"Dari Pak Bambang tadinya hari ini tapi terlambat pesawat beliau. Jadi mungkin besok lusa,"

Senin, 21 Nov 2016 19:40 WIB

Rencana Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota (NCICD). (Sumber: NCICD)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Polhukam) belum menerima hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait proyek tanggul raksasa atau Pengembangan Terpadu Pesisir DKI Jakarta (NCICD). Menko Kemaritiman  Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan seharusnya Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyerahkan hasil kajiannya hari ini.

"Belum, belum saya terima. Dari Pak Bambang tadinya hari ini tapi terlambat pesawat beliau. Jadi mungkin besok lusa," kata Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Kemenko Maritim, Jakarta, Senin  (21/11/2016).

Sebelumnya, Bambang berujar kajian tentang proyek NCICD telah rampung. Isi kajian lebih banyak membahas soal laut Jakarta. Kata Bambang, proyek itu untuk mencegah Jakarta tenggelam. Selain itu, ada juga opsi dari Bappenas untuk mengatasi krisis naiknya permukaan air laut di Jakarta.

Kajian itu, kata Bambang, tidak membahas soal pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Namun, pihaknya akan mengkaji kemungkinan pengintegrasian proyek reklamasi dengan NCICD.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menugaskan Bappenas untuk mengkaji ulang proyek NCICD.  Pemerintah akan mengambil kebijakan soal adanya pulau di sekitar proyek triliunan rupiah itu. Apakah bakal disesuaikan dengan proyek pemerintah atau tidak.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi