Sedikitnya 210 orang Warga Dusun Rejasari Desa Mulyasari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap mengungsi akibat jebolnya Selokan 1 Sungai Cilopadang, Rabu sore (30/11/2016). (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)


KBR, Cilacap– Sedikitnya 210 orang warga Dusun Rejasari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hari ini dievakuasi menyusul banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Selokan 1 Sungai Cilopadang. Kepala Desa Mulyasari, Tohari, mengatakan pengungsi di tampung di balai desa. Namun, lantaran pengungsi semakin banyak, dia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap untuk mendirikan tenda pengungsian.

"Jebolnya selokan 1 itu kan semakin membesar. Karena hujan yang begitu lebat di daerah hulu, Cimanggu. Jadi hari ini ada rendaman semakin tinggi, sudah ada yang tenggelam mencapai 1 meter di dalam rumah. Kalau yang total terendam ada dua RT, kalau tidak salah kita sudah mendata ada 160 kepala keluarga. Ini masih ada proses evakuasi. Tadi ada mobil Satpol PP yang menuju lokasi lagi," ujarnya, Rabu (30/11/2016).

Rabu sore ini, ujar Tohari, BPBD dan relawan tanggap bencana mulai mendistribusikan bantuan berupa makanan cepat saji dan air mineral. Selain itu, posko kesehatan juga didirikan di pusat pengungsian balai desa Mulyasari.

Dia menambahkan, ratusan warga Mulyasari dibantu relawan saat ini juga tengah membendung tanggul yang jebol di selokan 1 menggunakan karung tanah. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.  

Editor: Dimas Rizky


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!