Setnov Ketua DPR Lagi, FPAN Minta Golkar Beri Penjelasan

"Jangan sampai nanti pergantian itu ada kegaduhan baru. Sehingga tudingan atau sorotan masyarakat kepada lembaga terhormat ini nanti tidak sehat,"

Selasa, 22 Nov 2016 14:31 WIB

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kiri) saat menggelar pertemuan di Jakarta, Minggu (20/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Fraksi PAN akan meminta Golkar menjelaskan soal wacana penggantian ketua DPR. Sekretaris fraksi PAN, Yandri Susanto mengatakan PAN berhak mengetahui apa alasan di balik penggantian Ade Komaruddin dengan Setya Novanto ini.

Sekalipun mekanisme undang-undang menetapkan penggantian alat kelengkapan dewan sepenuhnya adalah hak fraksi, namun posisi Novanto sebagai Ketua DPR nanti tetap harus melalui mekanisme persetujuan di  paripurna.

"Bukan saja itu kepemimpinan internal Golkar. Kalau dia sudah masuk kelembagaan DPR, maka dia adalah pimpinan DPR. Dia adalah pimpinan lembaga yang wajib dihormati. Jangan sampai nanti pergantian itu ada kegaduhan baru. Sehingga tudingan atau sorotan masyarakat kepada lembaga terhormat ini nanti tidak sehat, cenderung negatif. Itu kita enggak mau," ujar Yandri, Selasa (22/11).

Sekalipun Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan bahwa bukti rekaman yang digunakan dalam kasus pemufakatan jahat saat itu tidak sah sebagai alat bukti hukum, kata Yandri, itu tidak menghapus fakta bahwa Novanto pernah tersandung kasus tersebut. Saat ini PAN masih menunggu pemberitahuan resmi dari Golkar.

Kendati begitu, Yandri menegaskan bukan berarti PAN akan ikut campur dalam keputusan tersebut. Dia mengatakan PAN hanya  akan sekadar meminta penjelasan. Apakah Novanto akan kembali ke kursi pemimpin atau tidak, menurutnya itu sepenuhnya tetap hak fraksi.

"Mudah-mudahan tidak  membuat lembaga ini tercederai. Kita positive thinking saja."

Yandri melanjutkan, "nanti kan ada rapat bamus, rapat lintas fraksi. Nanti mungkin ada dialog disitu. Kita ingin konfirmasi lebih detail. Apa misi penggantian ini untuk lembaga ini."

Senada dengan Yandri, politisi Hanura Sarifuddin Suding juga melihat lobi-lobi tetap harus dilakukan oleh Golkar. Lobi ini tidak hanya di kalangan internal, tetapi juga kepada partai-partai lain.

"Saya kira itu akan berjalan. Selama ini, komunikasi-komunikasi politik seperti itu akan berjalan ketika ada agenda-agenda atau isu-isu krusial yang akan dilakukan. Saya kira pembicaraan atau lobi-lobi itu akan berjalan dan saya kira perlu dilakukan."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan