Satu Petani Yang Jadi Tersangka Dirawat di RSUD Majalengka

Kondisi tubuh Karsiman penuh luka lebam pasca keluar dari tahanan.

Minggu, 27 Nov 2016 17:17 WIB

Petani Majalengka saat menghadang pengukuran. Foto: LBH Bandung

KBR, Jakarta- Karsiman, Satu dari tiga petani yang dikabulkan penanggungan penahanannya oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) masih dirawat di RSUD Majalengka, Jawa Barat.

Aktivis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Syamsudin mengatakan, pasca keluar, kondisi tubuh Karsiman penuh luka lebam. Selain itu, kondisi psikis petani asli Majalengka itu juga terguncang. Menurutnya, Karsiman sering bicara ngawur.

"Pascapenangguhan penahanan itu, ada satu yang dirawat di rumah sakit, Karsiman. Karena kan ada banyak luka lebam di bawah mata. Dan itu dipukul aparat saat di lapangan. Satu lagi kaya otaknya kena, karena sering ngelantur omongannya, syarafnya terganggu,"ujarnya.

Syamsudin mengaku belum mengetahui sampai kapan Karsiman dirawat. Sementara dua tersangka lainnya sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.

"Kita belum bisa memastikan kapan Karsiman dibawa pulang. Karsiman itu warga asli sukamulya, pemilik lahan. Dia ditangkap sebelum bentrok. Sebelum bentrok kan ada negosiasi. Dia berada di depan, dan saat itu dia langsunag di tangkap. Mungkin karena penolakan," ungkapnya.

Sementara itu, terkait penangguhan penahanan, Syam masih mengusahakan perubahan wajib lapor yang dibebankan kepada tiga petani. Saat ini, ketiganya dikenai wajib lapor seminggu sekali ke Polda Jabar.

"Penanggugan penahanan belum tahu sampai kapan, lapor satu minggu, hari Rabu dan kamis di Polda Jabar, kita memang lagi usahakan lapor di Polres,"ujarnya

Pekan depan, praperadilan yang akan diajukan LBH Bandung akan mulai didaftarkan ke Pengadilan Negeri Bandung. Termasuk penuntutan kepada kepolisian atas penganiayaan kepada tiga petani.

KPA bersama warga juga akan berkomunikasi kembali dengan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menindaklanjuti pertemuan soal negosiasi tanah dengan pemprov. Klaim Syam, warga sudah rampung menyusun poin-poin kesepakatan terkait BIJB.

"Opsi-opsi itu baru beres dimusyawarahkan dengan warga, kita akan komunikasikan itu hari senin ke mereka (KSP-red)," katanya.

Tiga petani Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pasca bentrok pada 17 November lalu. Polisi mengatakan mereka menghalang-halangi dan melukai aparat saat proses pengukuran lahan. 


Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Panggil Kabulog, Ini Pesan Jokowi

  • DPR RI Segera Bahas Perppu Ormas
  • BNPT Rekrut Anak Muda Tangkal Terorisme di Internet
  • Stoke City Targetkan Wimmer

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta