Rupiah dan IHSG Anjlok, Sri: Efek Kemenangan Trump

"Apun yang dilakukan atau keputusan di sana, bahkan pernyataan sangat mempengaruhi,"

Jumat, 11 Nov 2016 15:20 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyebab anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga ke level Rp 13.800 per dolar AS terutama karena perubahan atau perkembangan situasi setelah kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS terpilih. Sri mengatakan, sentimen regional maupun global sangat mempengaruhi.

"Karena perubahan atau perkembangan situasi politik di Amerika. Karena Amerika adalah negara yang terbesar dari sisi ekonominya, tentu apapun yang dilakukan atau keputusan di sana, bahkan pernyataan sangat mempengaruhi," kata Sri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11/16).

Sri mengatakan, saat ini pemerintah masih memantau pergerakan pasar di AS dan berbagai negara dunia. Kata dia, pemerintah juga akan mengikuti arah kebijakan yang akan ditempuh Trump, terutama di bidang ekonomi.

Sri berujar, apabila nantinya ada rumor mengenai perubahan kebijakan atau ada spekulasi, pemerintah akan segera mengambil sikap untuk itu. Namun untuk saat ini, kata Sri, pemerintah akan terus meyakinkan investor mengenai pondasi perekonomian Indonesia, agar pasar tidak semakin bergejolak.

Hari ini, dollar AS menguat terhadap rupiah hingga mencapai 5,5 persen. Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih di Rp 13.138, sedangkan pagi ini nilainya anjlok hingga Rp 13.360 sampai Rp 13.873 per dolar AS. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.