Polda Metro Pastikan Akan Ada Makar di Demo 2 Desember

Dia tegaskan makar adalah tindakan pidana.

Jumat, 25 Nov 2016 17:46 WIB

Aparat keamanan yang tengah bersiaga di lingkungan Monas, Jakarta (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kepolisian memastikan mendapat informasi intelijen terpercaya mengenai ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan aksi demonsrasi 2 Desember mendatang untuk kegiatan makar. Juru Bicara Polda Metro, Awi Setiono mengatakan informasi itu bersumber dari intelijen kepolisian.

Awi mengatakan rencana makar juga terlihat dari tujuan demo yang tidak konsisten. Sebab, proses hukum Ahok sudah dijalankan seperti tuntutan demo 4 November namun demo terus dilangsungkan.

"Kalau tujuan demo itu agar presiden tidak intervensi, agar penegakkan kasus penistaan agama, tentunya itu sudah terjawab," terangnya kepada KBR, Jumat (25/11/2016) siang.

"Buktinya apa? Bapak Ahok sudah dilakukan pemeriksaan dan statusnya menjadi tersangka. Terus kurang apa lagi? Apa yang diminta sudah dikabulkan, terus maunya apa?" jelasnya lagi.

Juru bicara Polda Metro Jaya Awi Setiono mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti aksi demo 2 Desember. Tujuannya agar masyarakat tidak sampai dimanfaatkan oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu. "Jangan ikut-ikutan demo tidak tahu tujuannya apa," jelasnya lagi.

Dia mengingatkan upaya makar adalah pelanggaran pidana. Upaya makar ini diantaranya upaya menggulingkan pemerintahan yang sah atau menyerukan pemisahan diri dari Republik Indonesia.

Pada 2 Desember mendatang, dikabarkan ada sekitar 50 ribu orang akan berdemonstrasi menuntut penangkapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pengerahan massa dilakukan oleh organisasi buruh seperti KSPI, kelompok FPI dan lain-lain.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.