PBNU Desak Pemerintah Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

"Saya mohon sejak dulu, dibubarkan. Nggak usah contohlah, pemerintah tahu, yang anti-Pancasila, anti-NKRI"

Kamis, 24 Nov 2016 13:31 WIB

Ilustrasi: Aksi Ansor menolak Hisbut Tahrir Indonesia. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta pemerintah membubarkan ormas Islam yang anti-Pancasila dan anti-NKRI. Namun, ia enggan menyebut  ormas Islam yang dimaksud.

"Ormas yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI, saya mohon sejak dulu, dibubarkan. Nggak usah contohlah, pemerintah tahu, yang anti-Pancasila, anti-NKRI" kata Said Aqil di Pondok Gede, Kamis (24/11/2016).

Said Aqil menambahkan, ormas-ormas yang sesuai dengan Pancasila, konstitusi dan bhineka tunggal ika lahir sebelum Indonesia merdeka. Contohnya NU dan Muhammadiyah.

"Yang jelas ormas yang berjasa yang lahirnya sebelum NKRI, Muhammadiyah dan NU, Wasliyah, Syarikat Islam, itu lahirnya sebelum Indonesia merdeka," lanjutnya. 

Pada 11 Mei   lalu usai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana,  Jaksa Agung, HM Prasetyo menyatakan tengah mengkaji pembubaran  sejumlah organisasi massa yang dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila.  Prasetyo menyebut   Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang  masuk dalam pantauan  pemerintah sebagai salah satu ormas anti-Pancasila. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana