Para pekerja penyelamat mencari para korban selamat di lokasi kecelakaan kereta di Pukhrayan, selatan kota Kanpur, India, Minggu (20/11/2016). Foto: Antara/REUTERS (Jitendra Prakash)

KBR- Sedikitnya 120 orang tewas akibat kecelakaan kereta api di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. Data lain menyebutkan korban tewas sebanyak 119 orang. 

Kecelakaan terjadi pada Senin dinihari tadi, saat rangkaian kereta Indore-Patna Express anjlok di kawasan Pukhrayan, 65 kilometer dari Kota Kanpur.

Kereta itu berangkat dari Kota Patna di kawasan utara menuju Kota Indore di bagian tengah. 

Sejumlah media di India memberitakan kereta api itu mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Data resmi pemerintah menyatakan jumlah penumpang yang diangkut rangkaian kereta Indore-Patna Express sebanyak 1200 orang. Namun, media The Times of India menyebutkan ada tambahan sekitar 500 orang di kereta itu tanpa tiket. 

Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah karena saat ini tim SAR masih mencari jenazah korban di gerbong-gerbong yang mengalami kerusakan parah. 

Karena anjlok, dua gerbong saling bertabrakan dan terbalik. Korban paling banyak diduga berada di dua gerbong tersebut. Apalagi kecelakaan terjadi dinihari saat para penumpang sedang tidur.

Belum diketahui penyebab kecelakaan, meski banyak yang menyebut anjloknya kereta karena konstruksi jalur rel kereta api yang rusak. 

Pemerintah India menyebut ada sekitar 150 orang mengalami luka, sekitar 50 orang diantaranya dalam kondisi luka parah. 

Media Indian Express menyebutkan gerbong-gerbong kereta itu sudah berusia lama. Awal tahun ini pemerintah sudah berjanji akan memperbarui semua kereta api, namun rangkaian kereta api sudah terlanjur mengalami kecelakaan.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan bela sungkawa melalui akun Twitternya. Ia berjanji akan memberikan kompensasi kepada korban dan keluarga korban yang meninggal. 

Sementara itu, Menteri Perhubungan India Suresh Prabhu mengatakan akan menyelidiki insiden itu dan menindak tegas terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan itu.

Ini merupakan kecelakaan kereta api terparah sejak tabrakan kereta api di Bengali Utara pada 2010 lalu yang menewaskan 140 orang. 

Kecelakaan kereta api kerap terjadi di India. Pada 1981, rangkaian kereta api keluar dari rel dan terjun ke sungai hingga menewaskan sekitar 500 hingga 800 orang. 

Saat ini sistem transportasi kereta api di India merupakan yang terbesar keempat di dunia. Setiap hari sebanyak 11 ribu kereta api beroperasi, termasuk didalamnya 7000 kereta api yang mengangkut 20 juta orang per hari. (BBC/CNBC/Fortune.com) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!