Uang kertas baru di Inggris yang menuai penolakan dari vegetarian karena mengandung lemak hewani. (Foto: Change.org)

KBR - Penerbitan uang kertas baru biasanya menjadi buruan warga yang ingin menukarkan uang lama mereka. Namun di Inggris, penerbitan uang kertas baru justru menuai kontroversial.

Bank of England baru saja menerbitkan uang kertas baru (lebih tepatnya uang polimer plastik karena dibuat dari bahan polimer substrat) pecahan lima pound dengan gambar Perdana Menteri Winston Churchill.

Uang ini lantas memicu penolakan karena dalam pencetakannya menggunakan bahan campuran minyak hewani. Penolakan terutama dari kalangan vegan, vegetarian hingga aktivis perlindungan satwa.

Vegan adalah sebutan bagi orang yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani mulai dari daging hingga susu atau telur. Sedangkan vegetarian adalah sebutan bagi orang yang tidak mengonsumsi daging maupun unggas, namun masih mengonsumsi produk susu, keju atau telur.  

Kalangan vegetarian membuat petisi penolakan secara online di situs Change.org. Kurang dari 24 jam, petisi itu mendapat dukungan lebih dari 13 ribu orang. Saat ini petisi itu mendapat dukungan lebih dari 80 ribu orang.

Penggagas petisi penolakan uang mengandung minyak hewani adalah Doug Maw. Ia mengatakan produk uang kertas baru itu tidak bisa diterima oleh jutaan vegan maupun vegetarian di Inggris. Selain itu dukungan juga datang dari sejumlah kelompok keagamaan, seperti Hindu, Sikh dan lain-lain.

"Kami meminta Anda (pemerintah Inggris) menghentikan penggunakan produk-produk hewani dalam produksi uang kertas yang nantinya akan kami gunakan sebagai alat pembayaran," kata Doug Maw dalam petisi.

Bank of England telah mengkonfirmasi pencetaan uang kertas baru pecahan lima pounds itu menggunakan tallow. Tallow merupakan kandungan lemak hewan seperti sapi atau domba, yang biasanya digunakan untuk perawatan kulit, pembuatan sabun mandi, lilin, hingga digunakan untuk memasak.

"Kami dapat mengkonfirmasikan bahwa polimer substrat yang digunakan untuk pembuatan uang kertas ini mengandung jejak-jejak tallow," begitu keterangan dari Bank of England.

Kalangan vegan dan vegetarian menolak menggunakan uang terbitan baru itu. Suara penolakan juga ramai di media sosial. Mereka menyerukan kepada Bank Inggris untuk menarik uang itu dari peredaran, karena sudah menyerang dan menjadi aib bagi kalangan vegan dan vegetarian. Mereka marah karena merasa bakal menyimpan lemak dalam dompet mereka.

Meski begitu banyak juga yang mempersoalkan aksi penolakan itu karena sikap militansi sebagai vegan atau vegetarian, padahal uang itu tidak dimakan.

Uang baru pecahan lima pounds dari Bank Inggris itu sebetulnya diperkenalkan sejak September lalu. Ukurannya lebih tipis namun lebih kuat dan fleksibel dari uang kertas lama. Uang plastik polimer ini diklaim lebih awet, tahan lama dan dilengkapi lebih banyak fitur keamanan sehingga makin sulit dipalsukan.

Bahan polimer substrat yang digunakan untuk pencetakan uang baru di Inggris disuplai dari perusahaan Innovia Security. Perusahaan ini juga menyuplai material serupa untuk pembuatan uang di Australia.

Pihak Innovia Security menjelaskan pada saat pencetakan uang plastik polimer, film cetakan uang itu mengandung mengandung bahan adiktif yang berfungsi sebagai stabiliser, antiblok, antistatis, dan lain-lain yang membantu proses pencetakan. Namun bahan adiktif itu kurang dari satu persen dari total berat film. Dari satu persen bahan adiktif itu terkandung tallow.

Bank of England juga akan menerbitkan uang kertas pecahan 10 pound pada tahun depan, dengan gambar Jane Austen, penulis buku "Pride and Prejudice". (Reuters/ABC/Telegraph) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!