Gelar Perkara Terbuka, Rizieq Yakin Ahok Masuk Penjara

Rizieq Sihab hadir sebagai saksi ahli agama dari pelapor Muhsin Alatas.

Selasa, 15 Nov 2016 11:31 WIB

Sejumlah perwakilan dari pihak pelapor mengikuti gelar perkara dugaan kasus penistaan agama di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11). Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Sihab, menghadiri gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia hadir sebagai saksi ahli agama dari pelapor Muhsin Alatas. Rizieq yakin Ahok akan ditetapkan sebagai tersangka dan masuk penjara.


"Saya yakin insyaallah gelar perkara ini akan berjalan baik dan hasilnya juga insyaallah akan baik. Karena kami yakin dengan kelengkapan alat bukti dan juga kelengkapan saksi juga kekuatan argumentasi hukum," kata Rizieq di Mabes Polri, Selasa (15/11/16).

Rizieq dan Muhsin datang sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah memberi keterangan, mereka langsung bergegas memasuki ruangan gelar perkara di Rupatama Mabes Polri.

"Nanti kita tunggu saja, dan insyallah selesai gelar perkara kita ketemu lagi," kata Rizieq.

Gelar perkara kasus yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini akan dilaksanakan secara terbuka terbatas. Artinya tertutup untuk media dan masyarakat umum.

Hadir dalam gelar perkara ini pengawas internal maupun eksternal kepolisian. Pengawas internal yakni Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Divisi Hukum, serta Divisi Propesi dan Pengamanan.

Sedangkan pengawas eksternal yang hadir yakni Ombudsman dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Namun Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak mengirimkan perwakilannya.

Selain itu, Bareskrim juga akan menghadirkan pelapor dan juga terlapor kasus dugaan penistaan agama ini. Kemudian diundang juga 20 orang yang menjadi saksi ahli. Peserta gelar perkara ini dibatasi karena keterbatasan ruangan.

Baca:

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"