Diperiksa 9 Jam, Ahok Enggan Komentar

"Dalam proses penyidikan ini ada 27 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada diri pak Basuki"

Selasa, 22 Nov 2016 19:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) menjawab petanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperiksa penyidik Bareskrim selama 9 jam lebih. Ahok diperiksa sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

Ahok keluar gedung Rupatama Mabes Polri sekitar pukul 18.00 tanpa memberi keterangan apapun. Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan,  telah mengajukan saksi yang meringankan Ahok kepada penyidik.

"Kami mengikuti proses penyidikan, yang dimintai keterangan adalah Basuki Tjahaja Purnama. Dalam proses penyidikan ini ada 27 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada diri pak Basuki dan itu tentu dijawab dengan baik," kata Sirra Prayuna usai pemeriksaan Ahok di Mabes Polri, Selasa (22/11/16).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Agus Andrianto mengatakan, keterangan Ahok sebagai tersangka sudah cukup. Namun jika penyidik membutuhkan keterangan tambahan maka Ahok akan diperiksa kembali.

"Kalau kita perlu keterangan lagi akan dipanggil," kata Agus.

Agus mengatakan, Ahok mengajukan tujuh ahli dan empat orang saksi fakta yang meringankan. Penyidik akan segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang meringankan tersangka.

"Semua apa yang menjadi keinginan pelapor dan terlapor kita berupaya untuk mengakomodir," ujarnya.

Besok Rabu (23/11/16), rencananya penyidik Bareskrim akan memeriksa Muhammad Rizieq Syihab sebagai ahli yang diajukan pelapor di Bareskrim Polri, Gedung Mina Bahari II. Pada pemeriksaan sebelumnya Rizieq tidak menghadiri panggilan penyidik dikarenakan ada urusan di luar kota.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.