KBR, Jakarta- Polri sudah mengantongi informasi terkait pihak-pihak yang menyebarkan isu rush money. Juru bicara Polri Boy Rafli Amar masih bungkam soal nama-nama penyebar isu.

Dia mengatakan sampai saat ini isu itu masih diselidiki.

"Saya tidak bisa sampaikan pihak mana yang terdeteksi, tetapi unit cyber crime kita sudah pegang datanya. Jadi kami mohon yang terpenting masyarakat melaksanakan aktifitas seperti biasa," kata dia di Mabes Polri, Senin (21/11).

Boy juga menghimbau, "informasi-informasi mengenai unjuk rasa, tanggal 2, itu memang beredar di masyarakat. Tapi kami mengajak mari kita sikapi secara proporsional."

Sebelumnya, wacana penarikan uang massal ini menjadi viral. Twitter sempat diramaikan oleh tagar #RushMoney2511. Wacana ini dipicu anggapan bahwa proses hukum yang dilakukan pada Ahok untuk kasus dugaan penistaan agama berjalan lamban.

Menanggapi hal ini, Kapolri Tito Karnavian juga sudah menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Tito menjamin keamanan negara sehingga masyarakat tidak perlu menarik uangnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!