Aksi Rush Money, Polri Kantongi Pelaku Penyebar Isu

"Saya tidak bisa sampaikan pihak mana yang terdeteksi, tetapi unit cyber crime kita sudah pegang datanya."

Senin, 21 Nov 2016 19:08 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Polri sudah mengantongi informasi terkait pihak-pihak yang menyebarkan isu rush money. Juru bicara Polri Boy Rafli Amar masih bungkam soal nama-nama penyebar isu.

Dia mengatakan sampai saat ini isu itu masih diselidiki.

"Saya tidak bisa sampaikan pihak mana yang terdeteksi, tetapi unit cyber crime kita sudah pegang datanya. Jadi kami mohon yang terpenting masyarakat melaksanakan aktifitas seperti biasa," kata dia di Mabes Polri, Senin (21/11).

Boy juga menghimbau, "informasi-informasi mengenai unjuk rasa, tanggal 2, itu memang beredar di masyarakat. Tapi kami mengajak mari kita sikapi secara proporsional."

Sebelumnya, wacana penarikan uang massal ini menjadi viral. Twitter sempat diramaikan oleh tagar #RushMoney2511. Wacana ini dipicu anggapan bahwa proses hukum yang dilakukan pada Ahok untuk kasus dugaan penistaan agama berjalan lamban.

Menanggapi hal ini, Kapolri Tito Karnavian juga sudah menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Tito menjamin keamanan negara sehingga masyarakat tidak perlu menarik uangnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi