Aksi 212, Mendagri Minta PNS tak Ikut Demo

"Namanya berdoa kan di kantor masing-masing ada mesjidnya. Silakan berdoa di masjid masing-masing."

Rabu, 30 Nov 2016 13:30 WIB

Aksi 4 November. (Foto: KBR/Randyka W.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap bekerja pada Jumat(2/12) mendatang. Dia mengingatkan agar PNS tidak ikut-ikutan turun dalam aksi tersebut.

"PNS harus tetap bekerja. Namanya berdoa kan di kantor masing-masing ada mesjidnya. Silakan berdoa di masjid masing-masing. Agama lain bisa berdoa di mana saja," ujar Tjahjo di DPR, Rabu (30/11).

Tjahjo mewanti-wanti jangan sampai aksi nanti mengganggu pelayanan publik. Meski tidak ada sanksi khusus, namun Tjahjo yakin para PNS akan mendahulukan kepentingan publik.

Apel Pengamanan

TNI memastikan bakal menerjunkan personil yang lebih besar untuk mengawal aksi 2 Desember.  Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana mengatakan, selain di Monas, tambahan pasukan juga akan disebar di Istana dan juga DPR.

Teddy enggan menyebut jumlah tambahan yang disiapkan. Kata dia, besok pagi bakal digelar apel kesiapan pengamanan di Monas.


"Lebih besar, nanti kita lihat angkanya, saya nggak hapal, satu-satu harus dilewati dulu tahapan-tahapan. Besok kan ada apel kesiapan pengamanan tanggal 2. (Di Istana?) Untuk ke wilayah tetap tanggung jawab kodam jaya, itu sudah ada ketentuan lain untuk pengamanan di sini. (Ada tambahan?) Ya harus lah. (DPR?) ada lah kita jaga semua," kata Teddy Lhaksmana di Monas, Rabu (30/11/2016).

Teddy Lhaksmana menegaskan, personil TNI dilarang membawa peluru. Selain itu, selama mengamankan aksi, TNI harus bersikap humanis.

"Tidak boleh ada yang membawa peluru, sudah perintah itu.  Harus sabar dan
humanis," kata tambahnya.


Jumat (2/12) mendatang Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI berencana menggelar aksi. Sebelumnya titik yang akan digunakan sepanjang Semanggi sampai Thamrin. Namun setelah melalui negosiasi dengan Polri, mereka sepakat aksi dipindah ke Monas.

Juru bicara FPI Munarman sebelumnya mengatakan aksi ini dilakukan untuk menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) ditahan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta