Presiden Targetkan Relokasi Sinabung Selesai Pada 2018

Proses relokasi dilakukan secara bertahap dan sebagian akan selesai pada akhir tahun ini.

Minggu, 15 Okt 2017 16:01 WIB

Presiden bersama warga Sinabung. Foto: biro pers

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menargetkan relokasi bagi pengungsi Gunung Sinabung rampung pada 2018. Hal tersebut diungkapkan saat dirinya berkunjung ke rumah hunian tetap pengungsi erupsi Gunung Sinabung di wilayah Siosar, Kabupaten Karo.

Kata Jokowi, proses relokasi dilakukan secara bertahap dan sebagian akan selesai pada akhir tahun ini.

"Kita harapkan akhir tahun selesai 1.873. Ini tersebar di 14 hamparan. Sementara sisanya, sebanyak 1.080 akan diselesaikan pada akhir tahun depan. Karena sudah ada penetapan dari Kementerian LHK soal lokasi yang akan digunakan," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei.

Selain itu, hadir pula Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan Bupati Karo dalam peninjauan relokasi di Siosar. Sementara itu terkait proses relokasi, Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan, relokasi bagi pengungsi dilakukan dalam tiga tahap.

"Tahap pertama telah selesai untuk 170 kepala keluarga (KK) di Siosar. Selanjutnya tahap kedua untuk 1.682 KK dan tambahan 181 KK dilakukan relokasi mandiri di 14 hamparan tersebut. Sementara tahap ketiga, akan menampung 1.098 KK dan akan selesai pada 2018," kata Willem dalam rilis yang diterima KBR.

Relokasi lahan pemukiman itu juga digunakan sebagai lahan pertanian. Masing-masing kepala keluarga, lanjut Willem, akan menerima setengah hektare lahan.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Forkompimda Sumut Selesaikan Pembebasan Lahan Tol Medan-Binjai

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Fraksi PDIP: RUU LGBT Tidak Pernah Ada

  • Konflik Hanura, Suding Buka Peluang Rekonsiliasi
  • Pangkas Ongkos Distribusi, Bulog Solo Salurkan Beras ke Kios
  • Pasukan Suriah Rebut Kota Sinjar dari Isis

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.