Pabrik Disebut Tak Kantongi Izin, Bupati Tangerang: Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Bupati Ahmed Zaki mengatakan pabrik tersebut telah mengantongi izin usaha industri dari pemerintah kabupaten pada Juni 2017.

Minggu, 29 Okt 2017 21:11 WIB

Jenazah korban ledakan pabrik kembang api di Tangerang. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar enggan menanggapi temuan Kementerian Tenaga Kerja yang menyatakan pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses tidak mengantongi izin operasional. Ahmed Zaki hanya menjawab, pabrik tersebut telah mengantongi izin usaha industri dari pemerintah kabupaten pada Juni 2017. Izin tersebut meliputi izin usaha industri kembang api kawat tangan.

"Pemkab Tangerang mengeluarkan izin penanaman modal, izin prinsip, izin lingkungan, izin gangguan, izin mendirikan bangunan da yang terakhir izin izin usaha industri. izin usaha industrinya untuk kembang api jenis kawat yang di pegang tangan pada Juni 2017," kata Zaki, saat dikonfirmasi KBR melalui Pesan singkat, Minggu (29/10/2017).

Menurut Ahmed Zaki Iskandar yang perlu diselidiki saat ini adalah laporan perusahaan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten soal jumlah pekerja di pabrik kembang api tersebut. Ia mengatakan perusahaan semestinya melapor ke Provinsi jika pekerja mencapai ratusan orang. 

"Korban dan Pekerja banyak lebih dari 100 orang, perusahaan harus lapor ulang. maka dari itu, nanti kita tunggu hasil penyelidikan pihak polisi dulu, yang menentukan pelanggaran-pelanggarannya apa saja," imbuhnya.

Kamis pagi, pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang meledak dan terbakar. Sekitar 100 karyawan yang berada di dalam, langsung berhamburan saat ledakan berlangsung. Jumlah korban meninggal mencapai 48 orang dan 40an lain masih mengalami perawatan, karena luka bakar.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.