47 Tewas, Pekerja Anak di Pabrik Kembang Api Digaji Rp 40 Ribu

Pabrik kembang api merekrut pekerja dari informasi mulut ke mulut.

Jumat, 27 Okt 2017 19:37 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti yang ditemukan di lokasi pabrik, Kamis (27/10). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pabrik dan gudang kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang meledak Kamis (26/10/17) lalu,  menggaji pekerja anak sebesar Rp 40 ribu per hari. Hal itu dikatakan Sopiyah, kakak Fitri, 17 tahun, yang menjadi korban luka akibat ledakan tersebut.

Sopiyah mengatakan, gaji yang rendah itu diberikan kepada para pekerjanya yang minim pengalaman dan pendidikan. Adiknya   pendidikannya hanya sampai kelas 2 SMP. Kata Sopiyah, rekrutmen pekerja oleh pabrik tersebut hanya melalui mulut ke mulut.

"KTP kayaknya belum. Soalnya, dia diajak tetangga saya, masih saudara juga, yang kondisi mayatnya belum ketemu. Saya juga waktu diajak, tetapi saya tidak mau. Tidak semangat dengan gajinya. (Fitri lulusan apa?) SMP, tapi belum lulus, dia berhenti. Ada yang di bawah Fitri juga ada, ada yang umur 15, umur 13. Saya juga sudah larang waktu hari Rabu kemarin, eh kata dia tanggung, hari Senin," kata Sopiyah kepada KBR, Jumat (27/10/2017).

Baca: Polisi Bantah ada Pekerja di Bawah Umur

Sopiyah mengatakan, banyak anak-anak di daerah Kosambi yang berhenti sekolah dan memilih bekerja di industri padat karya seperti pabrik kembang api tersebut. Kata dia, Fitri dan anak-anak lainnya, mereka ditugaskan mengemas kembang api ke dalam kardus. Setiap pekan, mereka akan mendapat gaji dengan penghitungan Rp 40 ribu per hari.

Sopiyah berkata, Fitri belum lama bekerja di pabrik kembang api tersebut. Pada hari Senin lalu, fitri mendapat gaji pertamanya sebesar Rp 120 ribu, setelah bekerja tiga hari. 

Kini, kata Sopiyah, kondisi luka bakar di lengan kanan dan kaki Fitri sudah diperban dokter dan mulai membaik. Menurut Sopiyah, adiknya tersebut termasuk beruntung, lantaran setelah terjadi ledakan, langsung masuk ke dalam kolam yang lokasinya di dekat pabrik.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Konsultasi Tahunan RI-Malaysia, Jokowi Minta Pendidikan Anak Buruh Migran Diperhatikan

  • Jalur Bandung Longsor, Perjalanan KA Dialihakn Melalui Cirebon
  • Bangkai Kapal Jepang Ditemukan, Kondisi 5 WNI Tak Diketahui
  • Gilas Celtic 7-1, PSG Ukir Rekor Baru di Liga Champions