Raja Thailand meninggal, Jokowi Sampaikan Duka

"Dunia kehilangan seorang pemimpin yang membawa kedamaian dan persatuan bagi rakyatnya. Kesederhanaan raja Bhumibol Adulyadej dan kedekatannya dengan rakyat patut kita teladani."

Kamis, 13 Okt 2016 21:13 WIB

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej melambaikan tangan saat kembali ke Rumah Sakit Siriraj setelah upacara di Istana Kerajaan di Bangkok, 5 Desember 2010. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyampaikan duka cita atas meninggalnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej. Tokoh pemersatu yang dihormati di Thailand  meninggal di usia 88 tahun.

Kata Jokowi dunia kehilangan pemimpin yang dekat dengan rakyatnya.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya raja Bhumibol Adulyadej. Dunia kehilangan seorang pemimpin yang membawa kedamaian dan persatuan bagi rakyatnya. Kesederhanaan raja Bhumibol Adulyadej  dan kedekatannya dengan rakyat patut kita teladani." Ujar Jokowi, Kamis (13/10/2016).

Bhumibol wafat di Rumah Sakit Siriraj pada pukul 15:52 waktu setempat.

Berita kematiannya diumumkan secara langsung oleh pihak Istana Kerajaan melalui tayangan siaran televisi tepat sebelum pukul 19:00 dengan menampilkan foto hitam putih sang Raja.

Istana mengatakan penyebab wafatnya Raja bergelar Rama IX itu   karena gagal ginjal yang dia derita.

"Meskipun tim dokter telah merawat dan mengerahkan seluruh kemampuan yang terbaik, tapi kondisinya terus memburuk," ujar Biro Rumah Tangga Kerajaan dalam sebuah pernyataan.

Beberapa hari sebelumnya, Raja Bhumibol dirawat dirumah sakit karena menderita berbagai penyakit termasuk masalah ginjal, paru-paru, dan terdapat cairan di otak.   Kerajaan pun telah  mengumumkan kondisi Raja yang tidak stabil setelah menerima perawatan.

Bhumibol sudah dirawat lebih dari 2 tahun lalu karena infeksi bakteri, kesulitan bernafas, penyakit jantung dan hidrosefalus yang dideritanya.

Rezim Bhumibol  telah memimpin sebagai Raja Thailand selama 70 tahun sejak 1946. Sejak kesehatan   memburuk, raja absen dari sorotan publik selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menimbulkan kecemasan akan masa depan Thailand yang memperburuk konflik politik Thailand dalam 1 dekade terakhir.

Meskipun berpengaruh, Bhumibol jarang terlibat dalam urusan politik di Bangkok. Kiprah terkahirnya di politik yaitu saat ia memaksa Perdana Menteri Anand Panyarachun untuk berdamai dengan rival politiknya. Konflik antar kedua kubu telah menelan ratusan nyawa demonstran di tahun 1992.

Analisis dan pengamat politik memandang kematian Raja Thailand tersebut akan menimbulkan perebutan kekuasaan dari para elit-elit politik untuk meraih pengaruh. Meskipun Putra Mahkota, Maha Vajiralongkorn yang berusia 64 tahun diprediksi akan menjadi penerus Bhumibol, publik pesimitis terhadap kemampuannya yang dinilai tidak memiliki popularitas sebesar ayahnya.

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.