Sambil memajang foto Raja Bhumibol Adulyadej, seorang warga Thailand bersimpuh di depan RS Siriraj di Bangkok Thailand, mendoakan kesehatan sang raja, Kamis (13/10/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Kecintaan rakyat Thailand pada Raja Bhumibol Adulyadej terlihat hari-hari belakangan ini.

Ratusan orang memadati depan Rumah Sakit Shiriraj di Bangkok, tempat sang raja dirawat. Sambil menangis, mereka mencemaskan kondisi kesehatan raja.

Dengan mengenakan pakaian warna kuning---warna kerajaan---mereka mendoakan raja yang dikenal dengan sentuhan-sentuhan pribadinya itu bisa segera membaik. Sebagian mengenakan pakaian warna pink yang diyakini bisa membantu memulihkan kesehatan raja.

Ratusan warga Thailand itu mengumandangkan lagu-lagu pujian dan doa-doa, sembari membawa foto raja. 

"Raja adalah jantung negara ini. Tanpa jantung kami tidak mungkin bertahan. Jadi kami berdoa untuk jantung kami, untuk jantung tanah air kami," kata seorang warga Donnapha Kladbupha sebagaimana dikutip Associated Press. "Saya ingin melihat Raja datang dan menyapa kami kembali," katanya.

Kepolisian memperkirakan jumlah orang yang berkumpul di rumah sakit akan terus bertambah atau bergantian datang pergi.

Raja Bhumibol Adulyadej dalam kondisi kritis di usia 88 tahun. Pihak Istana Thailand menyatakan kondisi kesehatan raja belum stabil setelah menjalani perawatan hemodialisis.

Pihak istana menyebutkan tekanan darah Raja Bhumibol turun, sementara liver dan ginjal tidak berfungsi secara normal. Raja mengandalkan ventilator untuk membantu pernafasan.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha membatalkan rencana perjalanan ke luar negeri. Sementara itu putra mahkota, Maha Vajiralongkorn, pulang dari Jerman.

Raja Bhumibol Adulyadej naik tahta di usia 19 tahun, menggantikan kakaknya yang tewas tertembak. Ia menjadi kepala negara monarki terlama di dunia hingga kini, selama 70 tahun lebih.

Sosok Raja Bhumibol lama menjadi figur pemersatu di Thailand, ketika negara itu kerap dirundung krisis politik dalam beberapa tahun terakhir. Ia kerap menjadi penentu ketika terjadi krisis politik dan kudeta pemerintahan.

Dengan kondisi kesehatannya yang kritis saat ini, banyak orang di Thailand sensitif dan menghindar membicarakan nasib negara jika ia mangkat.

Kesehatan Raja yang memburuk dan berbagai rumor yang beredar turut mempengaruhi pasar saham di Thailand. Rabu kemarin saham turun 6,9 persen ke posisi terendah sejak 1 Maret 2016. Meski kemudian ada koreksi.

Hari Kamis ini pasar saham juga turun dua persen, masih belum mampu bangkit dalam lima sesi perdagangan, terkait isu kesehatan Raja Bhumibol.

Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak meminta otoritas Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand untuk menyelidiki rumor-rumor yang sudah mempengaruhi pasar.

Dengan usia raja yang sudah mencapai 88 tahun, saat ini banyak orang mulai membicarakan suksesi kerajaan. Namun, putra mahkota Vajiralongkorn kurang begitu mendapat penghormatan dari rakyat sebagaimana ayahnya.

Vajiralongkorn lebih banyak tinggal di Jerman, dan terkadang pulang ke Bangkok. (Dailymail/Busines Insider/AP) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!