Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers seputar pertemuan IMF-Bank Dunia di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (12/10). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia berfokus pada tantangan pelemahan ekonomi dunia. Menteri Keuangan Sri Mulyani  berkata, forum itu masih mengkhawatirkan situasi ekonomi global yang masih belum pulih sepanjang tahun ini.

Kata dia, situasi kian mengkhawatirkan saat kebanyakan pihak memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang masih rendah pada tahun depan. Sri menyebut terutama untuk harga komoditas masih   menunjukkan tren penurunan.

"Di dalam pertemuan tahunan saat ini, kembali lagi terulang bahwa assement bahwa kondisi ekonomi tahun ini dan tahun depan masih menghadapi tantangan dalam bentuk pelemahan ekonomi. Dan mereka melihat kebijakan moneter sudah digunakan dengan sangat maksimal. Oleh karena itu, perlu mendapat dukungan kebijakan struktural. Fokusnya, untuk ciptakan pertumbuhan ekonomi yang sustainable atau berkelanjutan," kata Sri di kantornya, Rabu (12/10/16).

Sri mengatakan, Komite Pembangunan  yang dia pimpin meminta Bank Dunia dan IMF agar bersama-sama mendorong kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan reformasi struktural. Pasalnya, kata Sri, semua kebijakan itu akan menentukan arah perbaikan perekonomian dunia, apabila dikerjakan bersama-sama.

Sri berujar, Komite Pembangunan juga membahas sejumlah agenda pembangunan global yang menjadi prioritas, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, tranformasi ekonomi, dan pendanaan perubahan iklim. Kata dia, dalam kesempatan itu, juga dibahas berbagai respons kebijakan terkait komitmen global untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, inklusif, dan seimbang. Hasilnya, disepakati penggunaan seluruh instrumen yang ada, meliputi fiskal, moneter, dan reformasi struktural.

Kata dia, kebijakan bersama itu akan bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan pasar, stabilitas sektor keuangan, dan memberikan kesempatan kepada seluruh negara untuk mendapatkan manfaat dari globalisasi dan perubahan teknologi.

Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan beberapa kali menjelaskan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dalam forum-forum pertemuan Dana Internasional Moneter atau International Monitary Fund (IMF) dan Bank Dunia. Sri mengatakan, penjelasan itu dia sampaikan kepada menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh dunia.

Kata Sri, banyak di antara mereka yang masih khawatir kebijakan tax amnesty di Indonesia untuk melindungi pelaku pencucian uang.

"Yang sangat relevan dengan Indonesia adalah pembahasan mengenai perpajakan internasional, dan bagaimana menerapkan langkah-langkah untuk mencegah erosi dari basis pajak. Ini adalah isu yang sangat relevan dengan kita, yang sedang menerapkan kebijakan amensti pajak. Dan di kesempatan ini, saya banyak jelaskan kepada masyarakat internasional tentang penerapan amnesti pajak tersebut," kata Sri di kantornya, Rabu (12/10/16).

Sri mengatakan, penjelasan tax amnesty dia sampaikan di berbagai forum, yakni G20, pertemuan bilateral, dan Komite Pembangunan atau Development Committee, dan IMF. Dia berkata, penjelasan itu untuk meluruskan kebijakan tax amnesty bukan untuk melindungi pencucian uang hasil kejahatan, misalnya korupsi, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, dan pendanaan untuk terorisme.

Sri berujar, kepada masyarakat internasional, dia menjelaskan tujuan kebijakan tax amnesty untuk memperbaiki dan memperluas basis perpajakan. Menurutnya, perbaikan itu akan bermanfaat untuk mendorong peningkatan rasio pajak yang saat ini masih rendah. Sehingga, kata dia, kebijakan itu akan memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Pada tanggal 4 sampai 9 Oktober 2016, Sri memimpin delegasi Kementerian Keuangan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Washington DC, Amerika Serikat. Di acara itu, Sri merupakan Gubernur Bank Dunia untuk Indonesia, Gubernur Alternatif IMF, Menteri Keuangan negara anggota G20, dan ketua Komite Pembangunan (Development Committee).


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!