Pengusaha Protes Modernisasi TPI Muara Baru, Susi Tak Gentar

"Selama bertahun-tahun pemerintah tidak mendapat apapun juga dan tidak bisa menata kelola Muara Baru. Ini sudah saatnya kita tata dan kelola yang benar,"

Rabu, 05 Okt 2016 20:08 WIB

Tempat pelelangan ikan Muara Baru, Jakarta Utara. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan tidak gentar menghadapi perlawanan pengusaha di Muara Baru yang menolak tata kelola daerah itu. Menteri KKP Susi Pudjiastuti menyatakan, selama ini banyak area di kawasan tersebut yang disewa pengusaha dengan harga sangat murah.

kata Susi, di sisi lain, nelayan dan penjual ikan harus membayar sewa yang sangat mahal kepada pengusaha-pengusaha itu. Kata Susi, tata kelola di Muara Baru ini akan memutuskan ketimpangan tersebut.

"Pemerintah ingin membangun untuk kebaikan semua," ungkap Susi dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/10/2016) siang.

"Dulu, selama bertahun-tahun pemerintah tidak mendapat apapun juga dan tidak bisa menata kelola Muara Baru. Ini sudah saatnya kita tata dan kelola yang benar," tambahnya lagi.

Susi   telah mengetahui nama-nama pengusaha yang menolak itu. Dari penelusurannya, sejumlah pengusaha itu ternyata pemilik kapal-kapal Thailand.

"Mereka di Muara Baru punya 5-4 blok," jelasnya.

Susi menjelaskan, saat ini Tempat Pelelangan Ikan Muara Baru kotor dan bau. Selain itu, ada lahan yang dipakai untuk usaha karaoke yang menurut Susi tidak berhubungan dengan nelayan.

"Kalau mau usaha karaoke di luar kawasan saja," katanya.

Akhir September lalu, Susi menjelaskan akan menata TPI Muara Baru menjadi bersih dan modern. Sistem pembelian ikan juga dilakukan secara online. Selain itu, Susi akan membangun rumah sakit nelayan di kawasan itu. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Komisi Energi DPR Pesimistis soal Pergantian Direksi Pertamina

  • Intensitas dan Kekuatan Gempa Susulan Turun, BMKG Imbau Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Cina Gelar Latihan Tempur di Laut China Timur
  • Mikel Arteta Kandidat Kuat Pengganti Wenger di Arsenal

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.