Ilustrasi: Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hasil panen. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Riau akan bertemu kelompok pengusaha dan pemilik perusahaan sawit membahas aksi pemboikotan permintaan cruide palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah oleh Eropa dan Australia.

Ketua Kadin Provinsi Riau Juni Ardianto Rahman mengatakan, pengurangan kuota dari negara-negara di Eropa dan Australia itu akan membuat industri sawit merosot. Untuk itu, pihaknya akan meminta pengusaha serius memperhatikan dampak lingkungan industri kelapa sawit jika ingin usaha ini berlanjut.

"Tetapi masalah boikot atau masalah pengurangan kuota itu teman-teman pengusaha itu bagusnya lobi dan juga buat pernyataan atau apa supaya ke depan eco labeling bisa ditingkat dan green ekonomi ditingkat. Green Ekonomi memang itu sesuatu yang bagus," jelas Ketua KADIN Provinsi Riau Juni Ardianto Rahman kepada KBR, Sabtu (15/10/2016).

Ketua Kadin Provinsi Riau Juni Ardianto Rahman mengungkapkan, akan melakukan lobi-lobi baik melalui pemerintah pusat maupun antar pengusaha.

"Tetapi juga pihak Eropa dan Australia jangan langsung drastis membuat keputusan untuk mengurangi kuota CPO. Para pelaku dunia usaha juga perlu persiapan dan tidak bisa drastis langsung mengubahnya, harus ada tahapan-tahapannya," katanya.

Baca juga:

Pengurangan permintaan CPO dari Eropa dan Australia yang mendadak akan merugikan kelompok pengusaha di Riau. Maka ia pun mengimbau kelompok pengusaha baik skala kecil maupun besar untuk berkontribusi dan turut mengedukasi melalui program-program yang ramah lingkungan. Sebab semakin sering kebakaran melanda hutan dan lahan, maka dunia usaha dan masyarakat juga akan semakin dirugikan.

"Bagi pelaku bisnis sawit dari hulu ke hilir baik menengah dan besar diharapkan mengarah ke Eco Labeling. Masalah kebakaran lahan dan hutan juga harus dibantu, pemerintah tidak bisa sendiri, karena karhutla dampaknya bukan hanya boikot pembelian CPO saja, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Tulung dibantu juga penanganannya," katanya.

Australia dan Eropa membatasi permintaan cruide palm oil dari Riau lantaran menganggap industri perkebunan sawit di bumi lancang kuning itu rentan terlibat kebakaran hutan dan lahan.


Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!