KBR, Banyumas – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mensinyalir maraknya penipuan berkedok hibah haji dari pemerintah.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Banyumas, Amirudin menjelaskan, pelaku menggunakan modus melalui pengiriman surat mengatasnamakan Kementerian Agama. Isinya, pemberitahuan menerima program Hibah Haji dari Kemenag.

Ia pun menegaskan, kementeriannya tidak memiliki program haji gratis. Lebih lanjut ia memastikan bahwa surat itu palsu. Hal tersebut ditunjukkan melalui perbedaan kop surat dan kesalahan penulisan nama lembaga, pada kop surat itu tertulis "Dinas Agama Banyumas".

Itu sebab ia mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan langsung melapor ke polisi jika menerima surat pemberitahuan menerima program hibah haji yang mengatasnamakan Kemenag.

"Mengantisipasi, nanti barangkali merambah ke seluruh Banyumas, maka kami sudah berkordinasi dengan Kemenag di tingkat kecamatan. Baik KUA, penyuluh serta mitra kami dari KBIH. Bahwa itu tidak benar, dan surat itu bukan berasal dari Kementrian Agama," ungkap Amirudin di Banyumas, Sabtu (15/10/2016).

Sementara ini, menurut Amirudin, dua korban telah secara resmi melaporkan dugaan penipuan itu ke Kemenag dan Kepolisian Banyumas.

Baca juga:

Dia pun menduga, surat pemberitahuan itu akan kembali marak mendekati waktu-waktu ibadah haji, baik sebelum maupun sesudah. Karena itu pihaknya telah melayangkan surat instruksi ke seluruh Kantor Urusan Agama di tiap-tiap kecamatan di Banyumas.

"Dan, Kementrian Agama tidak pernah mengenal adanya haji hibah, terusan quota dan non-quota, maupun percepatan (haji), kami tidak mengenal," tegasnya.

Selain hibah haji, pihaknya juga menemukan modus lain penipuan pada perjalanan umroh. Yakni melalui iming-iming biaya yang sangat murah, hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta perorang dengan tawaran fasilitas mewah. Padahal saat ini rata-rata biaya umroh berkisar antara Rp25 juta hingga Rp30 juta perorang.

Sebelumnya, pada musim haji lalu, sejumlah Warga Banyumas menjadi korban penipuan penyelenggara haji atau umroh abal-abal. Korban bahkan ada yang sudah sempat terbang ke Yogyakarta untuk menunggu diberangkatkan. Para korban mengaku sudah menyetor sejumlah uang ke pelaku yang konon digunakan untuk administrasi program hibah haji gratis.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!