Anomali cuaca karena La Nina. Foto: Creative Commons


KBR, Cilacap– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah bagian selatan masih akan terjadi sepekan ke depan. Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan, hal itu dipengaruhi adanya high pressure area atau pusat tekanan tinggi di Samudra Hindia sebelah utara Australia dan munculnya low pressure area atau pusat tekanan rendah terjadi di antara perairan Jawa Barat dan Selatan Sumatera. Selain itu ada tekanan rendah lain di selatan Thailand dan Filipina serta Selatan Kalimantan.


Menurutnya, kontradiksi tekanan ini mengakibatkan angin bertiup kencang dari Samudra Hindia sebelah Barat Australia menuju Barat Sumatera dan selanjutnya bergerak melewati Samudra Hindia Sebelah Selatan Cilacap.

Rendi menuturkan angin yang berhembus kencang secara terus menerus di Samudra Hindia mengakibatkan gelombang tinggi hingga 6 meter di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah dan dapat mencapai 4 meter di perairan Selatan Jawa Tengah.

"Gerakan masa udara ke tekanan rendah yang cukup kencang, makanya berpengaruh terhadap kecepatan angin dan ketinggian gelombang. Untuk cuaca, secara umum, satu hingga dua hari ini, potensi hujan lebat potensinya kecil. Karena di atas Jawa itu, gangguan anginnya tidak ada, masih netral. Cuma beberapa hari ke depan, mungkin sampai sepekan ke depan masih berpotensi cuaca buruk," jelas Rendi Krisnawan.

Baca: Banjir, Ribuan Rumah Terendam dan Jalur Cilacap-Pangandaran Putus

Ia menambahkan cuaca ekstrem di Indonesia juga dipengaruhi oleh La Nina, terutama wilayah Indonesia bagian barat hingga Januari 2017 mendatang. Ditambah lagi, sebagian besar wilayah Indonesia Indonesia masuk puncak musim penghujan pada November mendatang.  

Cuaca ekstrem menyebabkan Cilacap dilanda banjir dan longsor. Mulai akhir pekan lalu hingga hari ini ribuan rumah di belasan desa Kabupaten Cilacap terendam banjir. Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Sidareja, Kedungreja dan Patimuan.

Selain itu, hujan deras juga memicu bencana tanah bergerak di dua desa, yakni di Desa Madura Kecamatan Wanareja dan Desa Cipari Kecamatan Cipari. Dilaporkan enam rumah rusak dan puluhan lainnya terancam.

Baca juga: Banjir Cilacap, BPBD Dirikan Dapur Umum Mandiri


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!