BI Garap Aplikasi Harga Sembako

Saat ini aplikasi itu sudah tersedia meski baru 10 komoditas pangan dan terupdate di 80 kota di Indonesia

Senin, 03 Okt 2016 19:13 WIB

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Bank Indonesia (BI) terus berupaya menekan terjadinya inflasi di tingkat daerah mau pun tingkat nasional. Komoditas pangan seperti beras, bawang merah, cabai merah, gula, dan bahan pokok lainnya masih menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya inflasi. Untuk itu, BI memanfaatkan teknologi informasi terkini untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi harga kebutuhan pokok.

Deputi Ditektur Departemen Regional BI Budiono mengatakan, pihaknya tengah merancang aplikasi untuk memantau perkembangan harga pangan di Indonesia.

"Di daerah juga terpantau harga bawang merah berapa, harga beras berapa. Jadi masyarakat nanti tinggal mendownload saja di Android atau Ios," katanya, saat menjadi pemateri "Temu Wartawan Daerah Bank Indonesia" di Jakarta, Senin (03/10/2016).

Ia menyebutkan, aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone tersebut  berisi sejumlah informasi tentang harga komoditas pangan di pasar, info stok bahan pokok beras, daging maupun sayur. "Aplikasi ini juga dilengkai dengan fasilitas E-Commers untuk kemudahan transaksi," imbuhnya.

Dia mengaku, saat ini, aplikasi harga pangan baru menyediakan informasi seputar 10 komoditas pangan dengan 21 varian. "Informasi harga sudah hampir update dari 80 kota di Indonesia. Tiap kota ada 34 pasar utama. Tapi aplikasi yang officialnya memang belum diluncurkan," katanya.

Sementara ini, informasi harga pangan baru bisa diakses melalui website www.hargapangan.co.id.

"Aplikasi yang bisa di download masih belum kami luncurkan. Sementara masih melalui website dulu," ujarnya.

Dia mengatakan, sembari menunggu launching aplikasi harga pangan, BI di daerah memberikan informasi harga melalui papan informasi digital yang dipasang di sejumlah pasar tradisional. "Kami bekerjasama dengan instansi terkait di daerah untuk meng-update harga-harga kebutujan pokok," paparnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Sidang Lanjutan e-KTP: Jaksa Panggil 5 Saksi untuk Andi Narogong

  • Kena OTT KPK, Walkot Cilegon Diberhentikan Sementara
  • 517 Senpi Laras Panjang PT Pindad Dipesan Polri
  • Merkel Menang 4 Kali Berturut-turut