Neliti.com, Tidak Kusut Lagi Cari Jurnal Penelitian Ilmiah

Ini adalah mesin pencari yang membantu individu atau lembaga penelitian dan universitas di Indonesia untuk menemukan kembali hasil penelitian, laporan, data primer dan fakta.

Jumat, 29 Sep 2017 16:20 WIB

Founder neliti.com, Anton Lucanus

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Banjir informasi di internet tak semuanya valid dan bisa ditelan mentah-mentah. Apalagi kalau yang Anda cari adalah informasi seputar hasil penelitian atau jurnal ilimiah. Biasanya nih kita langsung menuju perpustakaan.

Nah, jika Anda mahasiswa, kini tak perlu repot lagi mencari bahan penelitian, karena sudah hadir mesin pencari khusus itu. Namanya neliti.com.  Ini adalah mesin pencari yang membantu individu atau lembaga penelitian dan universitas di Indonesia untuk menemukan kembali hasil penelitian, laporan, data primer dan fakta.

Menurut Founder neliti.com , Anton Lucanus, situs ini harus ada di Indonesia. Sebab kata dia dari sekitar 120 ribu perpustakaan yang ada di Indonesia, baru 30 persen saja publikasinya yang tersedia di online.

“Jadi, ini inisiatif memindahkan publikasi ke online, kami menyediakan akses gratis jurnal, buku-buku, makalah,laporan, data-data ke media online. Siapa saja bisa mengunduh dan membaca artikel di neliti.com  dengan gratis, tidak usah register dan login” ujarnya saat berbincang bersama Hilbram Dunar dan Adit Insomnia di KBR Pagi untuk “Topik Pilihan” Jumat (29/92017).

Tak heran,saat ini sudah 2 juta penggunanya, kata Anton. kebanyakan yang memanfaatkan dan mengunduh publikasi hasil penelitian ini adalah mahasiswa, dosen, peneliti, dan orang yang bekerja di pusat penelitian atau universitas.

Hingga saat ini neliti.com telah berhasil mengumpulkan sekitar 4oo ribu dokumen hasil penelitian. Yang terbanyak adalah jurnal ilmiah. Kalau untuk sumber dari buku, Anton mengaku, baru terkumpul sekitar 1000 buku. Itu semua hasil kerjasama dengan beberapa universitas di Indonesia, badan pemerintahan, serta balitbang. Sedangkan mitra utama dari situs ini adalah Perpustakan Nasional Indonesia.

“Tantangan utama adalah begitu banyaknya perpustakaan dan jurnal di setiap provinsi di Indonesia, tapi sayangnya, kami hanya berlokasi di Jakarta. Ke depan, kami ingin mengunjungi banyak provinsi dan bertemu dengan pustakawan di masing -masing daerah” ujar Anton optimis.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau