Larangan Motor di Jalan Sudirman, BPTJ: Ditunda

"Pak Djarot mau angkutan massal selesaikan dulu semua. Bersih semua, sehingga ada alasan masyarakat pindah ke angkutan massal. Tunggu itu dulu,"

Senin, 11 Sep 2017 20:26 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Uji coba larangan sepeda motor di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, ditunda hingga seluruh moda transportasi umum yang tengah dibangun di Jakarta rampung. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan kebijakan itu akan kembali dikaji setelah ada lebih banyak alternatif transportasi umum bagi masyarakat.

"Pak Djarot mau angkutan massal selesaikan dulu semua. Bersih semua, sehingga ada alasan masyarakat pindah ke angkutan massal. Tunggu itu dulu," kata Bambang di kawasan Thamrin, Senin (11/9).

Menurut dia pemprov DKI Jakarta menunda larangan sepeda motor melintasi kawasan Sudirman-Thamrin karena kencangnya reaksi protes masyarakat. Semula, uji coba akan dilakukan sebulan terhitung sejak pekan ini.

Bambang beralasan alasan awal pemprov memilih mengorbankan pengguna sepeda motor karena menurutnya sepeda motor masih memiliki banyak jalur alternatif.

"Sebenarnya kalau kendaraan roda dua kan bisa cari alternatif. Gampang kok banyak jalan tikus. Mereka tahu. Motor lebih gampang. Mobil yang susah."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok