BPBD Minta Warga Antisipasi Gempa Susulan Mentawai

"Kalau di Sumatera Barat kan yang akan dihadapi itu gempa Megathrust yang hampir mencapai 9 Skala Richter. Intinya untuk mengantisipasi tsunami."

Jumat, 01 Sep 2017 15:32 WIB

Peta gempa Mentawai, Sumatera Barat, yang terjadi Jumat (1/9/2017) dinihari. (Foto: bmkg.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat meminta masyarakat di Kabupaten Mentawai tetap waspada gempa susulan, pasca wilayah itu diguncang gempa pada Jumat (1/9/2017) dinihari.

Tim Ahli Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Sumatera Barat, Ade Edward mengatakan meski gempa Kamis malam tidak menyebabkan kerusakan dan memakan korban, potensi terjadi gempa susulan masih sangat mungkin terjadi.

Ia meminta warga mempraktekkan pengetahuan soal getaran akibat gempa yang sudah sangat sering disosialisasikan sebelumnya oleh pemerintah daerah.

"Kalau di Sumatera Barat kan yang akan dihadapi itu gempa Megathrust yang hampir mencapai 9 Skala Richter, yang intinya untuk mengantisipasi tsunami. Kalau gempa tsunami itu kerusakan fisik akibat gempa biasanya tidak banyak, tetapi justru rusak berat akibat tsunami. Masyarakat diajarkan mengambil keputusan penyelamatan saat terjadi gempa. Maka dikenalkan ini gempa yang menyebabkan tsunami atau tidak. Itu yang cukup lama disosialisasikan oleh masyarakat. Ditambah lagi pengalaman mereka yang setidaknya sudah empat kali merasakan gempa besar," kata Ade Edward saat dihubungi KBR melalui telepon, Jumat (1/9/2017).

Baca juga:


Ade Edward mengatakan dari pantauan BPBD hingga saat ini sempat terjadi beberapa kali gempa susulan sejak Jumat dinhiari.

Hanya saja intensitas gempa susulan tersebut masih di bawah gempa pertama yang mencapai 6,1 Skala Richter.

"Hingga saat ini masih terjadi gempa susulan, namun tidak masuk kategori yang bisa menyebabkan tsunami karena masih di bawah gempa semalam," kata Ade Edward.

Gempa tektonik mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Jumat (1/9/2017) dinihari sekitar pukul 00:06:56 WIB. Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (kemudian diralat menjadi 6,0 Skala Richter) membuat warga panik berhamburan ke luar rumah. Aliran listrik sempat terputus.

Titik gempa terletak pada koordinat 1,33 Lintang Selatan dan 99,65 Bujur Timut atau tepatnya di laut pada jarak 57 km arah timur laut Kota Muara Siberut, Kepulauan Mentawai. Pusat gempa berada di kedalaman 59 kilometer di bawah permukaan laut.

Berdasarkan peta guncangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tergambar, gempa dirasakan di Padang, Pariaman, Painan, dan Kepualauan Mentawai dalam skala intensitas II SIG-BMKG (skala V MMI).

Di Padang Panjang dan Bukit Tinggi, guncangan dirasakan pada intensitas II SIG-BMKG (sala IV MMI).

Sedangkan di daerah Lima Puluh Koto, Tanah Datar, Solok, Mukomuko, dan Bengkulu Utara, guncangan dirasakan pada intensitas II SIG (III MMI). Dan di Kepahiang, guncangan berada pada intensitas I SIG-BMKG(I-II MMI).

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau