Kapolri Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta
- Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolda Riau Supriyanto dan memindahkannya ke bagian Inspektorat Pengawasan Umum Polri (Itwasum Polri). Supriyanto akan menjabat sebagai Irwil II Itwasum Polri.

Tito mengatakan mutasi kapolda itu dilakukan sebagai sanksi bagi Supriyanto yang dianggap bermasalah dalam menegakkan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Di Riau sendiri Kapoldanya kita mutasikan kesini. Sekaligus juga mungkin sebagai pembelajaran karena beliau lama di SDM. Lama di SDM. Sedangkan permasalahan-permasalahan di Riau ini banyak permasalahan di keresersean. Masalah penyidikan, bagaimana me-manage media. Kemudian pemberian SP3 itu dasarnya apa. Tidak cukup hanya penyerahan kepada penyidik. Tapi pimpinan harus paham detail-detail kasusnya," kata Tito usai acara serah terima jabatan, di Mabes Polri, Jumat (30/9/2016).

Baca: SP3 Karhutla, Polda Riau Akui Lalai 4 Kasus Belum Tuntas

Tito enggan menegaskan bahwa mutasi ini dipicu oleh beredarnya foto perwira Riau yang sedang 'kongkow' minum-minum bersama bos-bos perusahaan sawit atau dugaan adanya ancaman kepada wartawan yang dilakukan Polda Riau.

Baca: Polda Riau Bantah Intimidasi Wartawan

Posisi Kapolda Riau yang kosong kini digantikan bekas Kapolda Maluku Utara, Zulkarnaen.

Tito menilai Zulkarnaen berhasil selama memimpin Polda Maluku Utara. Selama kepemimpinan Zulkarnaen, Tito melihat daerah Maluku Utara relatif aman.

"Riau ini akan naik eselon. Saya berikan ke Maluku Utara. Karena Maluku Utara bisa memimpin dengan baik. Tidak banyak gejolak berarti selama kepemimpinan beliau. Oleh karena itu Pak Zulkarnaen saya berikan reward," kata Tito Karnavian.

Zulkarnaen langsung dilantik bersamaan dengan Supriyanto hari ini. Sebagai penggantinya, Tugas Dwi Apriyanto ditunjuk menjadi Kapolda Maluku Utara.

Selain melantik Kapolda Riau yang baru, Tito hari ini juga melantik beberapa pejabat lain. Mereka adalah Idham Aziz sebagai Kadiv Propam Polri menggantikan Mochamad Iriawan dan Kanyama Mabes Polri Budi Widjanarko menggantikan Supratman.

Kepada Kadiv Propam yang baru, Idham Aziz, Tito berpesan untuk memperkuat pengawasan internal khususnya untuk kasus narkoba. Tito meminta pembersihan dilakukan hingga ke jajaran petinggi Polri.

Pekan lalu, Tito baru saja mencopot Direktur Narkoba Polda Bali dan Jawa Barat karena diduga menyalahgunakan wewenangnya dalam penanganan kasus narkoba.

"Saya minta untuk lakukan pengawasan internal lebih keras. Seperti kasus narkoba. Yang kemarin di Bali itu, Jawa Barat, sikat saja," kata Tito.

Baca: Peras Tersangka Narkoba, Petinggi Polda Bali Dicopot

Hal yang berbeda dalam acara pelantikan kali ini adalah pelantikan berakhir tanpa ada amanat dari Tito. Ia mengatakan amanat akan diberikan secara langsung kepada pejabat yang bersangkutan.

"Saya panggil saja nanti seluruh pejabat baru. Supaya lebih detil. Amanat kan nanti isinya gitu-gitu aja kan. Terima kasih. Setelah itu pesan semoga berhasil. Saya ingin lebih detil," katanya.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!